[CEK FAKTA] Warga Korsel Meninggal Usai Disuntik Vaksin, Hoaks Lama Muncul Lagi?

KabarMedan.com | Beredar pesan WhatsApp bahwa warga Korea Selatan meninggal satu persatu usai disuntik vaksin Covid-19. Yang mana dalam klaim tersebut dijelaskan bahwa vaksin Covid-19 bisa membunuh dan berbahaya.

Berikut narasi lengkapnya:

“TERBUKTI …!!! WASPADA …!!! Korea Selatan Kelabakan Lihat Warganya Meninggal Satu Persatu Usai Disuntik Vaksin http://www.repelita.com/korea-selatan-kelabakan-lihat-warganya-meninggal-satu-persatu-usai-disuntik-vaksin/ lewat @Repelita

Ter Bukti Vaksin China Membunuh….

KAMI MENGHIMBAU KEPADA SELURUH JAJARAN PENGURUS MUI DAN SELURUH JAJARAN PENGURUS ORMAS KEAGAMAAN TANPA KECUALI DAN SELURUH JAJARAN PENGURUS ORMAS PEMUDA TANPA KECUALI MULAI DARI TINGKAT PUSAT SAMPAI DAERAH SELURUH INDONESIA.

DEMI UNTUK MENYELAMATKAN NYAWA SELURUH RAKYAT INDONESIA KARENA PEMERINTAH SEBENTAR LAGI AKAN MEMERINTAHKAN SELURUH RAKYAT INDONESIA HARUS MENGIKUTI SUNTIKAN MASAL VAKSIN COVID -19.

OLEH KARENA ITU TOLONG FIRALKAN VIDEO PENJELASAN TENTANG DAMPAK BAHAYANYA SETELAH ORANG DISUNTIK DENGAN VAKSIN COVID-19, JUSTRU AKAN MENGAKIBATKAN SEMAKIN MENGGANASNYA VIRUS COVID-19 YANG UJUNGNYA AKAN BISA MENGAKIBATKAN KEMATIAN KEPADA ORANG YANG TELAH DISUNTIK VAKSIN”

Apakah klaim tersebut benar?

Faktanya, kematian tersebut tidak berhubungan langsung dengan suntikan vaksin Covid-19 dan angka kematian tahun lalu lebih besar dari tahun ini.

Setelah dilakukan penelusuran terkait dengan informasi yang beredar di WhatsApp tersebut diketahui otoritas kesehatan Korea Selatan menegaskan kematian tersebut tidak berhubungan langsung dengan suntikan vaksin Covid-19.

Pemerintah Korea Selatan juga mengungkapkan angka kematian setelah menerima vaksin flu tahun lalu adalah 1.500 orang, lebih banyak dari pada tahun ini yang sejumlah 83 orang.

Dari penelusuran ini, didapati narasi, sembilan orang Korea Selatan meninggal dunia per Rabu 21 Oktober 2020 setelah menerima vaksin flu. Mengutip kantor berita lokal Yonhap News Agency, badan kesehatan Korea Selatan melaporkan hingga Sabtu 31 Oktober 2020 sebanyak 83 orang meninggal dunia, mayoritas orang tua, setelah menerima vaksin flu. Kematian itu telah memicu kecemasan publik atas keamanan vaksin flu.

Selain itu, Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in memberikan penjelasan, “Sudah dikonfirmasi tidak ada hubungan antara kematian dan vaksinasi setelah dilakukan autopsi dan laporan dari para ahli.”

Berdasarkan pada seluruh referensi yang ada klaim “Korea Selatan kelabakan lihat warganya meninggal satu persatu usai disuntik vaksin” itu termasuk hoaks dengan kategori konten menyesatkan. [Tim Fact Checker]