Seekor Bayi Gajah Lucu Lahir di TNGL Langkat

TANGKAHAN, KabarMedan.com | Seekor bayi gajah betina dengan berat 75 kg lahir di hutan konservasi (Conservation Response Unit/CRU) Tangkahan, Kabupaten Langkat, Selasa (1/9/2015) sekitar pukul 04.30 WIB dini hari tadi.

Di kawasan ekowisata Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) ini, bayi gajah tersebut dilahirkan oleh seekor gajah betina jinak bernama Olive yang saat ini berumur 18 tahun. Bayinya tersebut merupakan hasil perkawinan dengan gajah pejantan bernama Theo yang berumur 27 tahun.

Baca Juga:  HUT ke-78 Sumut, Bobby Nasution Sebut Kolaborasi Kunci Wujudkan Daerah Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

“Kita perkirakan dua minggu lagi gajah betina bernama Agustin yang berumur 38 tahun akan melahirkan,” kata Kepala BBTNGL, Andi Basrul, Selasa (1/9/2015).

Dikatakan Andi, bayi tersebut masih dalam penjagaan ketat induknya, sehingga belum memungkinkan dilakukan pengukuran lingkar dada dan tinggi badan. “Bayi gajah yang lahir tersebut belum survive, karena rawan serangan beberapa penyakit,” jelasnya.

Baca Juga:  Sosialisasikan "Gecarkan" di Universitas Simalungun, Pegadaian Perkuat Literasi Keuangan

Andi menjelaskan, pengecekan kesehatan gajah akan dilakukan dengan memonitoring secara rutin oleh dokter hewan. Untuk bayi gajah pengecekannya akan dilakukan secara intensif.

“Gajah jinak tersebut pengelolaanya dilakukan oleh BBTNGL bekerjasama dengan CRU Tangkahan dan masyarakat setempat. Jumlah gajah jinak di Tangkahan sebanyak 7 ekor dewasa dan 2 ekor anak,” pungkasnya. [KM-03]