Gelar Skrining pada Masyarakat, BPC HIPMI Medan Dukung Pemerintah Tanggulangi TBC

MEDAN, KabarMedan.com | Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Medan turut serta mendukung program pemerintah dalam penanggulangan Tuberkolosis di Indonesia.

Menurut laporan WHO di tahun 2020, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan beban Tuberkolosis tertinggi di dunia setelah India dengan estimasi kasus 845.000 per tahun.

Bersama dengan Forum Multisektor, BPC HIPMI Medan ikut mendukung acara skrining TB bagi masyarakat di Kecamatan Medan Area, Kota Medan Sumatera Utara yang diwakili oleh Sekretaris Umum BPC HIPMI Medan, Fredo Linardi.

Ketua BPC HIPMI Medan Palacheta Subies Subianto melalui Kepala Bidang Kesehatan, Ketenagakerjaan, Vokasi, Helmy Adiputra menyampaikan harapannya terhadap komitmen penanggulangan TBC ini.

“Bahwa BPC HIPMI Medan mendukung program pemerintah untun mencapai eliminasi tuberkolosis pada tahun 2030 dan khususnya percepatan eliminasi TBC di Kota Medan yang  disupport oleh Yayasan KNCV Indonesia,” ujarnya, Sabtu (26/3/2022).

“Dengan adanya acara memperingati hari TB sedunia ini diharapkan dapat meningkatkan lagi kesadaran dan komitmen penanggulangan TBC oleh Pemerintah Kota Medan, swasta dan masyarakat, serta pihak lainnya di Kota Medan,” tutur Helmy.

Baca Juga:  Jelang Idul Adha, Pertamina Siapkan Penyaluran 1,2 Juta Tabung LPG 3 Kg

Sementara itu, berdasarkan data yang ditunjukkan, estimasi kasus TBC di Kota Medan di tahun 2021 adalah sebanyak 18.963, sedangkan kasus yang ditemukan hanya baru 30 persen atau 5.641 kasus.

Selain BPC HIPMI Medan, acara tersebut turut didukung oleh berbagai pihak yakni antara lain Pemerintah Kota Medan, Dinas Kesehatan Kota Medan, Yayasan KNCV Indonesia, Sat Brimob Polda Sumut, Dr’s Koffie Foundation, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Bank Sumut, PKK Kota Medan, TB.RO Sumatera Utara.

Dokter Eva Oktavia Karolina Simatupang, selaku bagian dari Yayasan KNCV mengatakan penyelanggaraan skrining TB hari ini, merupakan lokasi ketiga dari sebelumnya telah dilakukan di Kecamatan Medan Belawan dan Medan Maimun.

Menargetkan sebanyak 150 orang masyarakat yang diskrining, sebelumnya pihak penyelenggara telah membagikan kupon ke pasien yang dinilai beresiko tinggi terkena TBC.

“Misalnya pasien yang kontak erat dengan pasien TBC, pasien yang serumah, dan juga yang mungkin dia tidak kontak tapi ada suspek, ada gejala TBC. Termasuk juga pasien-pasien yang dengan komorbid, pasien-pasien yang beresiko tinggi,” tutur Eva.

Baca Juga:  Arus Peti Kemas di Sumatera Utara Meningkat, Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung Tunjukkan Pemulihan Logistik

Masyarakat yang telah mendapatkan kupon tersebut wajib membawanya pada hari H, disertai dengan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga. Setibanya di tempat, masyarakat diarahkan melakukan pendaftaran dan pemeriksaan gula darah.

“Lalu setelah itu mereka bawa kupon dan bawa fotokopi KTP dan kartu keluarga. Mereka datang, dimulai dari pendaftaran, lalu diperiksa kadar gula darahnya, karena TBC itu berkaitan erat dengan Diabetes Militus. Lalu diskrining TBC dengan menggunakan aplikasi SobatTB,” katanya.

“Lalu melakukan ronsen, dari ronsen itu nanti tim dokter melihat, ini dari gambaran ronsennya tadi itu gimana. Jadi di simpulkan sama dokter lalu pemeriksaan dahak dan diantar ke seluruh puskesmas yang memiliki alat pemeriksaan TCM (tes cepat molekuler),” imbuh Eva.

Masyarakat yang telah selesai melakukan skrining diberikan satu kotak sembako untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing. Eva mengimbau masyarakat untuk memahami bagaimana pentingnya menyadari dan mengobati penyakit TB tersebut. [KM-06]