Edy Rahmayadi Ancam Hentikan Operasional PT SMGP Setelah Semburkan Gas Beracun

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. (foto: istimewa)

MEDAN, KabarMedan.com | Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengancam akan menghentikan operasional PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Mandailing Natal (Madina) yang telah berkali-kali mengalami kebocoran gas hingga menyebabkan masyarakat keracunan.

Edy juga ikut menyoroti lokasi kebocoran gas yang terhadi pada Minggu (24/4/2022) lalu itu berbeda dengan lokasi kebocoran sebelumnya.

“Itu pindah lagi di tempat lain. Kalau mereka tidak bisa penuhi itu, kita hentikan semuanya,” ujarnya, Selasa (26/4/2022).

Edy mengatakan, saat ini petugas tengah menyelidiki penyebab dari kebocoran gas yang menjatuhkan 21 korban tersebut.

Bahkan kebocoran gas dari perusahaan pembangkit listrik tenaga panas bumi itu juga telah terjadi pada bulan 6 Maret 2022 lalu hingga menyebabkan 56 orang keracunan dan dilarikan ke rumah sakit.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Madina sebelumnya juga telah ikut buka suara atas kejadian tersebut. Wakil Bupati Atika Nasution mengungkap Pemkab Madina tak memiliki wewenang untuk memberikan sanksi kepada perusahaan PT SMGP karena itu merupakan wewenang pusat.

Baca Juga:  Bobby Nasution Minta Blackout Listrik di Sumatra Tak Terulang Lagi

“Sebagai pemerintah daerah perlu kami tegaskan bahwa Pemkab Madina ada bersama masyarakat, tapi Pemkab tidak punya kuasa untuk memberikan sanksi kepada perusahaan karena itu merupakan wewenang pusat,” ujarnya.

Atas hal itu, meminta agar Pemerintah Pusat kembali melakukan kajian ulang terhadap keberadaan PT SMGP di wilayah Madina yang telah menjatuhkan puluhan korban.

“Kami sampaikan Pemkab akan meminta pemerintah pusat untuk melakukan kajian ulang dan evaluasi keberadaan PT SMGP di Madina. Seperti masyarakat, kami juga sangat berharap ada solusi yang benar-benar mengutamakan keselamatan masyarakat. Untuk saat ini kami tegaskan agar PT SMGP menghentikan operasi pengeboran yang menyebabkan semburan lumpur,” tuturnya.

Baca Juga:  Terkait Pembangunan Tower B RS Haji Medan, Ini Penjelasan Pemprov Sumut

Sebelumnya diberitakan, peristiwa gas bocor kembali terjadi di Mandailing Natal. Akibatnya puluhan warga di kawasan Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara dilarikan ke rumah sakit karena mengalami keracunan.

Kapolres Madina AKBP HM Reza Chairul Tanjung mengatakan, saat ini sebanyak 21 orang warga telah menjadi korban. Warga yang keracunan diduga terhirup gas hidrosulfat (H2S) dari lokasi Wellpad Tenggo milik PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP). Kejadian itu kemudian menimbulkan menimbulkan gejala mual dan muntah-muntah.

“21 warga yang jadi korban sudah dilarikan ke rumah sakit di Panyabungan,” ujarnya, Senin (25/4/2022).

Diketahui, kebocoran gas milik PT SMGP itu bahkan ikut menyeburkan lumpur hingga ketinggian lebih kurang 30 meter. [KM-06]