Pelayanan RSUD Sultan Sulaiman Dikeluhkan Pasien, AC Hingga Dokter Jaga Jadi Sorotan

oplus_2

SERDANG BEDAGAI, KabarMedan.com | Pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Sulaiman, kecewa dengan pelayanan yang diberikan saat menjalani rawat inap di RS milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serdang Bedagai (Sergai) tersebut.

Pasalnya, mesin pendingin ruangan, Air Conditioner (AC) ruangan tidak berfungsi dengan baik, sehingga membuat pasien merasa tidak nyaman kerana mengalami kepanasan saat mendapat rawatan.

Anehnya, perbaikan dilakukan saat pasien berada di dalam ruangan, bukannya memindahkan ke ruangan lain terlebih dahulu, agar tidak menggangu kesehatan dan kenyamanan pasien.

“Kita sudah sampaikan kepada perawatnya AC gak dingin, lalu datang dua orang pria memperbaikinya, membersihkan saringan di dalam, cuma, tetap saja demikian, kurang dingin, kami gerah karena panas”, kata Umi Salamah, pasien yang mengalami ketidaknyamanan di ruangan Anggrek 11, Sabtu (01/08/2026) malam.

Ia juga menegaskan telah meminta untuk pindah ruangan karena ketidaknyamanan layanan tersebut, namun tidak ada upaya pihak RS. Sultan Sulaiman, bahkan Dirut Sultan Sulaiman juga sudah dihubungi suaminya melalui pesan WhatsApp untuk pindah ruangan karena mereka menggunakan BPJS Mandiri kelas 1 namun tidak ada respon ataupun balasan.

“Kita pasien inikan mau sehat, mau tenang masak tidak ada upaya mereka untuk mencari alternatif lain, padahal kita udah resah dengan kondisi begini, soalnya kita pakai BPJS Mandiri kelas 1 lagi, harusnya berikan layanan yang terbaik, kalau sudah gak bisa AC-nya, cari alternatif la, pindah ruangan, ini dibiarkan terus, bukan sehat malah tambah sakit ini nanti”, kesal Umi.

Tak hanya itu, Umi juga menyesalkan sikap dokter jaga yang tidak profesional saat melayani dirinya ketika baru masuk di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD), Sabtu, 01 Agustus 2026 sekira pukul 05.00 Wib, pagi.

Ia menjelaskan, saat itu dirinya tidak bisa berkomunikasi dengan baik karena masih menahan sakit diperut mengalami Muntah Mencret (Mumen), hanya bisa memberikan isyarat kepada dokter jaga perempuan yang menerima pertama.

“Dia bertanya apa saja keluhannya, saya gak bisa jawab dengan baik hanya dengan isyarat, sebab saya masih menahan sakit di perut, padahal ada suami saya di samping, lalu dia lantang, ya sudah saya kasi obatnya ibu berobat jalan saja”, kata Umi menjelaskan.

Ia pun langsung memberikan isyarat dengan tangan, menyatakan tidak ingin berobat jalan dan mau rawat inap, namun sang dokter dengan lantang menyampaikan, bahasa yang kurang sedap karena diduga agak kesal dengan dirinya karena tidak menjawab.

“Makanya kalau saya ngomong dijawab jadi biar tau saya apa saja keluhannya”, kata Umi menirukan omongan dokter tersebut.

Perlakuan tersebut kata Umi tidak pantas ditunjukkan oleh para perawat terlebih dokter di ruang IGD Sultan Sulaiman terhadap pasien yang sedang menahan rasa sakit, yang seharusnya mendapat perlakuan dengan baik, ramah tamah, lembut dan tidak kesal meski dalam kondisi capek atau mengantuk sekalipun.

Atas perlakukan dan pelayanan yang kurang sedap itu, Umi pun, menyatakan dirinya akan minta pulang hari ini, Minggu, 02 Agustus 2026, meski layanan BPJS tercatat Empat hari, karena menyatakan dirinya sudah tidak nyaman.

“Saya sudah telpon suami, mau minta pulang, gak apa-apa saya tandatangani surat pemblokiran selama 14 hari, karena pulang tidak pada takaran BPJS, yang penting saya nyaman di rumah, soalnya kondisi saya sudah agak membaik dan semoga sehat-sehat”, pungkasnya.

Sementara itu, Dirut RSUD Sultan Sulaiman dihubungi wartawan via pesan WhatsApp tidak memberikan jawaban.