MEDAN, KabarMedan.com | Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Medan menggelar malam apresiasi bagi perusahaan, media, dan tamu personal yang setia mendukung Santika selama tahun 2016.
Acara bertajuk Corporate Gathering ini berlangsung di Convention Santika Medan, pada Rabu malam (1/3/2017), dengan mengusung tema “Medan Kampoeng Kami” yang mencirikan keberagaman etnis dan budaya yang ada di Kota Medan.
Director of Sales, Juliaty Hidajat mengatakan, acara corporate gathering ini tidak hanya memberikan penghargaan bagi perusahaan dan tamu personal, tetapi juga untuk menjalin kembali kerjasama yang baik di tahun 2017.
“Sebagai rekan setia Santika Medan, tentu saja kami siap menjadi partner untuk akomodasi dan venue acara dengan produk dan servis unggulan khas Santika,” kata Juli.
Tahun ini, penghargaan diberikan berupa karikatur logo masing-masing perusahaan yang dilukis oleh seniman muda Kota Medan, Endra Kong. Dalam malam apresiasi tersebut, KabarMedan.com memperoleh apresiasi sebagai Best Supporting Media 2016.
“Tahun lalu kami memberikan penghargaan berupa hiasan Ulos Batak yang dibingkai, dan kali ini kami ingin memberikan sesuatu yang unik dan mencirikan karakter masing-masing perusahaan dengan melukis dan membingkai logo mereka,” ujarnya.
Para tamu juga dimanjakan dengan goodie bag spesial, yang berisi tiga jenis kopi Sumatera & Aceh yang begitu terkenal di Kota Medan; yakni Kopi Sidikalang, Kopi Mandailing dan Kopi Aceh Gayo yang dikemas elegan persembahan Kafe Ulos.
Acara dibuka dengan makan malam, penyerahan penghargaan dan dimeriahkan dengan lucky draw berupa aneka voucher menginap di Hotel Santika Medan dan luar Kota Medan. Tak hanya itu, voucher Food & Beverage di Benteng Restaurant juga disiapkan bagi pemenang yang beruntung.
Didukung dengan dekorasi panggung yang atraktif dengan sentuhan wajah heritage Medan seperti tower PDAM Tirtanadi, Tjoeng A Fie Mansion, Istana Maimoon, Mesjid Raya dan berbagai tempat bersejarah lainnya.
Tidak ketinggalan panitia dari Sales & Marketing Department juga akan menghibur dengan penampilan culture dance enam etnis suku di Sumatera Utara mulai dari Melayu, Batak, Padang, Jawa, Cina sampai India.
Tarian ini bertujuan untuk menyatukan segala keberagamaan menjadi sebuah kolaborasi makna yang begitu indah seperti halnya gerakan dan irama lagu yang dimainkan dalam tarian tersebut. [KM-03]















