MEDAN, KabarMedan.com | USI-Tech, perusahaan penyedia peranti lunak forex trading yang bermarkas di Dubai, Uni Emirat Arab akan bertandang ke Medan dalam waktu dekat. USI-Tech ingin lebih akrab dengan masyarakat Medan, guna memperkenalkan cara berdagang mata uang virtual bitcoin pada sistem milik mereka.
Kedatangan USI-Tech ini adalah kunjungan perdana di Indonesia, di mana Medan adalah kota kedua yang dikunjungi USI-Tech, setelah Kota Pangkal Pinang, Bangka pada beberapa waktu lalu.
Berkat fitur bot pada sistem USI-Tech, trader bitcoin dapat melakukan perdagangan secara otomatis. Atau dengan kata lain, tidak diperlukan keahlian atau pengalaman khusus, semua dilakukan tanpa campur tangan pengguna.
Supaya Anda dapat berpartisipasi ke dalam perdagangan ini, kunjungi www.bitcoindurban.com. Anda tidak dipungut biaya pendaftaran, tetapi jikalau Anda ingin meraih keuntungan 140-160 persen dalam waktu singkat, Anda memerlukan biaya investasi yang sangat murah, US$55 saja. Ingat, produk ini bukanlah money game, hyip, ponzi dan sejenisnya yang dapat merugikan Anda.
Kalau Anda masih bingung dan perlu banyak jawaban, silahkan Hubungi Bapak Tedy di www.facebook.com/seputarfx atau Whatsapp +6281331603988. Berturut-turut setelah USI-Tech hadir di Medan, akan mendapatkan giliran adalah warga kota Batam, Jakarta, dan Bengkulu.
Fenomenal
Bitcoin yang hadir pada 2008 semakin diterima masyarakat dunia lintas negara. Kabar teranyar, di Jepang, bitcoin telah dinyatakan resmi sebagai mata uang, setara dengan yen dan mata uang konvensional lainnya. Bahkan pada 4 Mei 2017 lalu, bitcoin tembus hingga Rp20,5 juta per BTC atau setara dengan US$1.527 (bitcoin.co.id). Harga itu adalah harga tertinggi yang mampu ditembus bitcoin sepanjang masa. Tidak sedikit pula perusahaan-perusahaan yang melakukan riset terhadap bitcoin, di antara Intel, IBM, Google, Microsoft, termasuk Hundsun Technology, yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Jack Ma.
Beberapa negara di dunia, seperti Inggris, Rusia, Kanada, dan Tiongkok telah melakukan beragam percobaan dengan membuat sendiri mata uang digital nasionalnya ke dalam Blockchain. Contoh terbaik adalah e-Dinar di Tunisia, termasuk di Senegal.
Teknologi Blockchain, yang menjadi fondasi bitcoin diyakini banyak pihak sebagai teknologi revolusioner, yang mengubah masa depan teknologi keuangan, termasuk perbankan, asuransi, hukum, politik dan bidang lainnya. World Economic Forum (WEF) baru-baru ini menjelaskan bahwa Blockchain merupakan salah satu dari 10 teknologi paling inovatif di tahun 2016. Sifat Blockchain yang terbuka dan transparan mampu menyederhanakan cara individu serta organisasi dalam bertransaksi menjadi tanpa sekat dan batas, sehingga mendukung mobilitas pengguna. [KM-02]














