MEDAN, KabarMedan.com | Bank Indonesia menemukan 1.936 lembar uang palsu di Summatera Utara sepanjang tahun 2017. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun sebelumnya.
“Pada tahun 2015 ditemukan sebanyak 3.737 lembar uang palsu. Tahun 2016 sebanyak 3.902 lembar dan tahun 2017 ada 1.936 lembar uang palsu yang ditemukan,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara Arief Budi Santoso,Sabtu (10/6/2017).
Ia mengatakan, uang ppalsu yang paling banyak ditemukan adalah pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu.”Untuk uang palsu emisi 2016 terbaru belum ada kita temukan. Uang ini memang cukup banyak pengamannya, sehingga sangat sulit dipalsukan,” ujarnya.
Arief mengaku, masih banyaknya ditemukan uang palsu yang beredar dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui cara mengidentifikasi uang asli tersebut.
“Kita terus melakukan upaya edukasi kepada masyarakat. Salah satunya melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi peredaran uang palsu,” jelasnya.
Arief mengimbau, masyarakat tetap waspada setiap kali menerima uang. Masyarakat juga harus memahami tanda-tanda pengaman yang terdapat dalam uang asli, agar tidak menjadi korban peredaran uang palsu.
“Kita juga mengimbau masyarakat untuk mulai menggunakan uang elektronik (e-money) dalam bertransaksi. Ini dilakukan untuk semakin menekan peredaran uang palsu,” pungkasnya. [KM-03]














