Dirut: PT Perkebunan Sumatera Utara Butuh Tambahan Modal

MEDAN, KabarMedan.com | Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengharapkan agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, ke depan dapat memberikan kecukupan modal kepada PT Perkebunan Sumatera Utara, sehingga BUMD ini dapat berjalan optimal.

Karena, selama ini BUMD tersebut masih menggunakan dana pihak ketiga, yaitu dari perbankan. Seperti diketahui dana dari perbankan itu nantinya memerlukan bunga. Sehingga keuntungan yang diperoleh BUMD ini sebagian dipakai untuk membayar bunga.

Menurut Erry, kecukupan modal PT Perkebunan Sumut belum tercapai sesuai dengan apa yang disepakati sejak awal BUMD ini ada. Termasuk penyertaan modal dari Pemprovsu yang belum maksimal.

“Kedepannya diharapkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat memberikan kecukupan modal kepada BUMD ini, sehingga bisa memberikan keuntungan yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Gubsu pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Perkebunan Sumut, Senin (21/5/2018).

Pada kesempatan itu, Gubsu mengatakan, dari laporan direksi hasil pengawasan selama tahun 2017, bahwa PT Perkebunan Sumut pada tahun 2017 mengalami peningkatan kinerja dan juga laba.

Hal senada juga disampaikan Direktur Utama PT Perkebunan Sumut Darwin Nasution, bahwa modal yang telah disepakati oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Koperasi Karyawan Perkebunan Sumut sebagai pemegang Saham PT Perkebunan Sumut belum sepenuhnya disetorkan.

“Kesepakatan sebesar lebih kurang Rp600 miliar, sejauh ini yang dipenuhi baru sekitar 47 persen,” ucap Darwin.

Padahal, kata Darwin, bisnis perkebunan adalah bisnis yang membutuhkan investasi yang cukup besar. Karenanya butuh penambahan modal dari pemegang saham.

“Diharapkan pemegang saham bisa menambahkan modalnya agar bisnis pekebunan ini bisa dikembangkan kedepannya,” katanya.

Seperti yang disampaikan Gubsu, lanjut Darwin, karena kurangnya modal maka PT Perkebunan mengajukan pinjaman kepada perbankan.

“Seperti kita ketahui bila dari perbankan, tentunya harus mengembalikan pokok dan membayar bunga. Hal ini tentunya membebani pembiayaan perusahaan. Oleh karenanya kami sangat membutuhkan tambahan dana dari pemegang saham,” pungkas Darwin. [KM-01]