DEPOK, KabarMedan.com | Tongkat komando kepemimpinan Kapolri dari Jendral (purn) Tito Karnavian diserahkan secara resmi kepada Jenderal Pol. Idham Azis, Rabu (6/11/2019). Upacara serah terima jabatan berlangsung di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Kegiatan yang mengusung tema ‘Pengabdian Bhayangkara Sejati untuk Indonesia Maju’ ini, memiliki tiga rangkaian acara, yaitu Upacara Serah Terima Panji-Panji Kepolisian Negara Republik Indonesia Tribrata, Tradisi Pengantar Tugas, dan Tradisi Pelepasan.
“Mungkin ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya, dengan penyerahan tongkat komando tapi sudah ada terobosan lain. Ada pelantikan Bapak Jenderal Pol. Idham Aziz menerima kenaikan pangkat sekaligus menerima tongkat komando, sehingga hari ini hanya dilaksanakan penyerahan panji-panji sebagai simbolis serah terima tersebut,” kata Tito dalam keterangannya.
Tito mengatakan, jabatan Kapolri merupakan tugas yang paling kompleks dibandingkan dengan Kepala Kepolisian di dunia. Hal ini dilatarbelakangi oleh kondisi keragaman dan dinamika politik bangsa Indonesia.
“Kita tahu bahwa China dengan personil yang jauh lebih besar, tapi memiliki sistem politik yang ‘less democratic’ dengan adanya satu partai, sehinggga cenderung mudah untuk lebih dikendalikan. Tapi di Indonesia lah ‘open demokrasi’ dengan banyaknya low class vertical-horizontal yang cukup tinggi, maka menjaga stabilitas kamtibmas di negara yang cukup besar inilah tidak mudah. Belum lagi mungkin persoalan-persoalan internal yang menyangkut 446 ribu personil ini lebih besar daripada negara di Pasifik atau negara Brunei misalnya,” ujarnya.
Tito juga mengenang capaiannya selama menjabat sebagai Kapolri. Berbagai tantangan dalam menjaga ketertiban dan keamanan dari mulai event nasional, internasional, hingga aksi terorisme mampu dihadapi atas dukungan dan kerjasama semua pihak.
“Dalam waktu lebih kurang 3 tahun 3 bulan semenjak menjabat tanggal 13 Juli 2016 dan berakhir tanggal 20 Oktober 2019 berbagai tantangan alhamdulillah dapat dijalani,” ungkapnya.
Polri adalah lembaga vertikal yang cukup besar dengan jumlah lebih kurang 446 ribu anggota, yang juga sebagai lembaga vertikal nomor 2 setelah TNI. Jajaran kepolisian juga tersebar sampai ke desa sehingga memiliki pengaruh yang cukup besar dalam dinamika situasi politik, keamanan, sosial, budaya, dalam gerak dinamika kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarkat.
Tak hanya itu, Polri juga menjadi salah satu pengemban utama untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat sebagaimna digariskan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, dalam rangka untuk pelaksanaan kamtibnas, penegakkan hukum sekaligus memberikan perlindungan pengayoman kepada masyarakat di negara yang cukup pluralistik, dengan jumlah penduduk terbesar nomor 4 di dunia ini. [KM-03]














