
KOTAPINANG, KabarMedan.com | Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi mendorong Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta PGRI 17 Labuhanbatu Selatan (Labusel) untuk mengembangkan produksi olahan aneka makanan dan aneka jus.
Imbauan tersebut dikemukan Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi bersama isteri Hj Evi Diana Erry saat mengunjungi SMK Swasta PGRI 17 Lohsari di Desa Parlabian, Kecamatan Kampung Rakyat, Labusel, Sabtu (14/2/2015).
Turut dalam kunjungan itu Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labusel H Zuhri SE MSi dan Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Sumut Drs Suparno MPd.
Dalam kesempatan itu, Erry menyatakan apresiasinya kepada SMK Swasta PGRI 17 Lohsari yang telah melakukan terobosan dalam olahan aneka buah lokal menjadi jus dan makanan bergizi, seperti jus jahe, jus kencur, jus pinang, jus sirsak, jus kelapa, jus kunyit, dodol labu dan minyak Virgin Coconut Oil (VCO). Selain itu, siswa SMK Swasta PGRI 17 Lohsari juga mempu memproduksi sabun dan kerajinan tangan tas.
Instruktur dan pembimbing SMK Swasta PGRI 17 Lohsari, Sudarno mengatakan, jeruk paten mulai dikembangkan sekitar 3 tahun lalu hasil perkawinan jeruk Bali lokal dengan jeruk Sunkist yang banyak ditemui di pekarangan rumah warga.
“Usia 3 bulan setelah putik, besar jeruk sudah sebesar bola kaki. Saat panen sekitar usia 11 bulan, besarnya bisa mencapai sebesar talam kecil atau velg mobil,” ujar Sudarno.
Aneka juice buah hasil produksi siswa SMK Swasta PGRI 17 Lohsari, sebut Sudarno, tidak hanya berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit, namun juga dapat bertahan relatif lama karena bahan pemanis dibuat dari gula asli tanpa bahan pengawet.
“Misalnya dodol labu yang bisa bertahan sampai 1 tahun. Dodol labu ini baik untuk bayi karena mengandung Omega 3 yang mendukung pembentukan otak. Sedang aneka jus yang dikemas dalam botol bekas, bisa bertahan minimal 3 bulan. Semakin baik pola penyimpanannya semakin bertahan lama. Sama seperti perinsif wine. Kami akan mempertimbangkan masukan untuk mencari bahan kemasan lain yang lebih baik dan menarik,” sebut Sudarno.
Sudarno juga mengatakan, para siswa juga sedang mengembangkan puding hasil olahan kentang, gula aren, santan kelapa dan bahan lainnya yang dapat memenuhi asupan gizi selama 1 hari.
“Walau takarannya sekitar 5 sendok makan, tetapi membuat perut tidak lapar selama 1 hari. Kandungan karbohodrat dan gizinya juga mampu memenuhi kebutuhan gizi manusia 1 hari,” ujar Sudarno.
Sementara Kepala Sekolah SMK Swasta PGRI 17 Lohsari, Hadi Sarwito mengatakan, terobosan yang dilakukan siswanya sukses meraih juara pertama sekolah kreatif tingkat Sumut. Prestasi ini tidak terlepas dari perhatian Pemkab Labusel yang telah mendorong siswa di bawah naungan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI untuk melakukan terobosan, baik dalam memberikan bantuan pembangunan gedung, alat produksi dan sarana laboratorium.
“Alhamdulillah, kami mendapat bantuan pembangunan 2 ruang belajar baru dan renovasi 4 ruang belajar juga laboratorium. Agar kreativitas siswa lebih berkembang, kami membutuhkan sarana workshop,” ujar Hadi.
SMK Swasta PGRI 17 Lohsari untuk sementara memiliki 3 jurusan yakni Bisnis Manajemen, Teknik Komputer dan jaringan dan Jurusan Teknik Sepedamotor dengan tenaga pengajar sebanyak 28 orang.
“Akibat keterbatasan ruang kelas, kami hanya mampu menampung 237 siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 3. Kami berharap dapat menampung siswa lebih banyak lagi jika didukung ruang kelas dan sarana pendidikan lainnya,” ujar Hadi.
Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteran Pemkab Labusel, H Zuhri SE MSi mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di deaerahnya. Salah satunya mengucurkan APBD mencapai 32 persen untuk alokasi dana pendidikan.
“Dana itu diantaranya digunakan untuk menyiapkan seragam gratis bagi siswa tingkat SD, SMP dan SMU sederajatnya, baik sekolah negeri maupun swasta. Untuk sementara, Pemkab Labusel hanya mampu menyiapkan seragam bagi siswa kelas 1 ditiap tingkatan. Untuk kelas 2 dan 3 Pemkab masih berusaha,” ujar Zuhri.
Selain itu, Pemkab terus menggelar berbagai program pro rakyat agar 5 kecamatan, 2 kelurahan dan 52 desa di Labusel mendapat manfaat secara merata.
“Pemkab Labusel akan memaksimalkan usaha agar tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat,” papar Zuhri.
Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Sumut, Drs Suparno MPd menyebutkan, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap seluruh sekolah swasta di Sumut. Sedikitnya 10 sekolah masuk katagori berprestasi diantaranya SMK Multi Karya Medan, SMK Laksana Medan, SMK Pangeran Antasari, Sri langkat Tanjungpura dan SMK BKS Pematang Siantar.
“Kita mendorong seluruh sekolah swasta di Sumut melakukan terobosan baru agar mampu bersaing dengan sekolah negeri,” ujar Suparno. [KM-01]













