Adi Ming E: Ingin Sukses Harus Berani Bersahabat dengan Risiko

MEDAN, KabarMedan.com | Meraih sukses bukanlah perkara yang mudah. Butuh perjuangan untuk mencapainya, baik waktu, tenaga, pikiran, bahkan uang.

Namun, semuanya tergantung konsisten dalam memperjuangkannya. Seperti halnya dengan Adi Ming E. Meski ia bukan pewaris kerajaan properti, kini dirinya mampu membuktikan dapat “merajai” bidang properti dengan menyandang Chairman Samera Propertindo.

Hidupnya dulu terbilang sulit. Untung, orangtuanya memiliki tekad menyekolahkannya hingga ke jenjang universitas. Ia pun berani menentukan jalan hidup semenjak dini. Lebih dari 20 tahun waktu dicurahkannya dalam bidang properti.

Selain padat modal, bisnis properti sangat bergantung pada iklim ekonomi lokal, nasional, dan global. Belum lagi beradaptasi pada kebijakan pemerintah.

Hanya satu kata kunci untuk mengikuti kesuksesan miliarder muda ini, yaitu risiko. Baginya disetiap tantangan besar selalu ada risiko besar, dan potensi keuntungan yang besar pula. Maka bersahabatlah dengan risiko.

“Sebagai seorang pebisnis properti, saya harus bersahabat dengan yang namanya risiko,” katanya, Sabtu (16/11/2019).

Jika setiap tahun dicatat, sebenarnya akan selalu saja ada alasan untuk pesimis dengan bisnis properti. Ada yang bilang hati-hati di tahun politik. Hati-hati saat ada desas-desus krisis global. Hati-hati pergantian kepala daerah. Dan jika dituruti, maka tidak ada tahun baik untuk menjalankan bisnis properti.

Namun, Adi Ming tak bergeming. Beberapa tahun terakhir, di saat kompetitor berbondong-bondong membidik pasar menengah bawah, dirinya tetap memilih tetap fokus di segmen menengah atas.

Alasannya sederhana, menengah atas sudah pasti mampu beli. Ia hanya perlu memikirkan desain terbaik dengan harga paling kompetitif.

Ketimbang ikut berspekulasi dengan kabar tumbuhnya kelas ekonomi menengah di Indonesia. Padahal kelas menengah sangat rentan. Isu lesunya pasar di tahun politik juga tak membuat Adi Ming gentar.

Saat customer asal Medan wait and see di moment Pilkada Sumut, Adi Ming menyasar customer asal Aceh. Ia tahu banyak masyarakat Aceh yang rutin ke Medan untuk berlibur atau bisnis. Terbukti 25% sales disumbang masyarakat asal Aceh.

“Selain Medan, masyarakat Aceh adalah pasar yang patut diperhitungkan,” ucapnya.

Adi Ming yakin selalu ada peluang di setiap tantangan. Besar kecilnya risiko yang dihadapi hanya tinggal penyesuaian kita dengan tekad dan kerja keras. [KM-03]