Kisah Pilu Daud, Bocah di Sumut yang Mata Kirinya Bengkak

MEDAN, KabarMedan.com | Saat ini Daud Alfaro Gultom masih dirawat di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU) untuk kesembuhan sakit di matanya yang kini membengkak. Daud dirawat di kamar Cendana 10, lantai 5, rumah sakit yang berada di Jalan Dr Mansyur tersebut.

Daud merupakan anak dari pasangan suami istri Husor Rumanto Gultom (32) dan Delina Hutagaol (33) warga Desa Huta Suka Dame, Nagori Tiga Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Sang ayah bernama Husor Rumanto Gultom (32) bercerita, keberadaannya di rumah sakit itu bersama dengan harapan kesembuhan mata anaknya. Ia mengaku trauma kehilangan tiga anaknya dengan sakit yang sama.

Pada Senin (25/11), ia ke rumah penghulu saat pembagian Kartu Indonesia Sehat (KIS). Di situ, Husor sempat berkeluh kesah dengan masalahnya.

Anaknya bernama Daud Alfaro Gultom mengalami sakit di mata kirinya. Diawali dengan gejala mata kucing, yakni bagian tegah matanya bening dan tembus ke dalam jika dipandang.

Tanda-tanda itu juga dialami tiga anaknya, Putri Delima Gultom, Renaldi Gultom, Sefania Gultom. Ketiga anaknya meninggal dunia pada tahun 2014, 2015 dan 2017. Saat ini, ia tinggal bersama istri dan kedua anaknya Apoy Manahan Gultom (5) dan Daud. Pada diri Apoy, kedua matanya tampak normal.

Baca Juga:  Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 KM Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan

Sakit yang dialami Daud bermula pada usia 7 bulan. Penyakit anaknya sempat menghilang dan muncul kembali pada usia 10 bulan. “Kata Penghulu kita akan koordinasikan sama camat, kepala puskesmas, dan ke Pak JR Saragih (Bupati Simalungun),” katanya, Rabu (27/11/2019).

Saat itu, ia langsung pergi ke rumah untuk mengambil foto anaknya agar dikirim kepada Bupati JR Saragih. Tak lama kemudian, Bupati JR Saragih merespon dengan mendatangi rumahnya.

“Selasa pagi Pak JR datang ke rumah, mungkin ini rejeki anakku, mungkin itu mukjizat dari tuhan melalui tangan Pak JR yang langsung datang ke rumah,” ujarnya.

JR Saragih, katanya, lalu menyuruh staf nya untuk mengantarkan Daud sekeluarga ke RS USU. “Pak JR langsung bilang ke stafnya untuk diantar sama dokter, kepala puskesmas ke sini sampai tuntas. Jadi kami disuruh bawa pakaian lah semua,” ungkapnya.

Istrinya bernama Delina Hutagaol (33) mengatakan, JR juga memberikan uang untuk makan dan biaya selama perawatan di rumah sakit.

“Katanya, Pak JR Saragih yang akan membiaya pengobatan anakku. Memang bapak itu tindakannya cepat. Mungkin kalau dirawat sendiri, tak akan sampai di sini,” cetusnya.

Baca Juga:  Gubernur Bobby Nasution Minta Realisasi Program Prioritas Daerah Dipercepat

Ia berharap yang terbaik untuk kesembuhan anaknya. Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada semua yang sudah membangkitkan harapannya untuk kesembuhan anaknya.

Husor yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani itu, mengaku dirinya trauma dengan meninggalnya tiga anaknya karena sakit yang sama di bagian mata.

“Gimana mau dibilang ya, aku sudah trauma. Artinya, dibilang pasrah juga enggak, karena bantuan dari pemerintah kan ada,” jelasnya.

Humas RS USU Zeini Zen mengatakan, Daud tiba di RS USU pada Selasa sore (26/11/2019), atas jaminan Pemkab Simalungun/Bupati JR. Saragih.

“Pasien berdasarkan observasi awal ada benjolah di mata sebelah kiri, dan sedang dalam pemeriksaan awal dulu melalui pihak polimata,” katanya.

Menurutnya, penanganan pasien ini juga berdasarkan konsultasi pihak poli anak, sebagaimana prosedurnya mengingat pasien masih di bawah umur.

“Jadi penanganan awalnya masih tetap di bawah tanggung jawab poli rawat anak. Nanti poli rawat anak yang akan melanjutkan ke poli mata untuk mengetahui indikasi apa yang terjadi pada pasien,” pungkasnya. [KM-05]