MEDAN, KabarMedan.com | Kebutuhan uang tunai (outflow) periode Natal dan akhir tahun 2019, diperkirakan Rp3,17 triliun terdiri dari Uang Pecahan Besar (UPB) Rp2,71 triliun dan Uang Pecahan Kecil (UPK) sebesar Rp456 miliar.
Proyeksi outflow ini mengalami peningkatan kurang lebih 14 persen, dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,79 triliun.
Demikian dikatakan Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Sumut, Wiwiek Sisto Widayat, Kamis (12/12).
“Untuk mengantisipasi hal itu pihaknya menempuh tiga strategi dalam melayani kebutuhan uang tunai, seperti menjaga ketersediaan kas (persediaan stok uang tunai BI Rp4,67 triliun), melakukan distribusi uang kepada seluruh satker kas di bawah koordinasi dan melakukan kas keliling atau penukaran uang bersama perbankan serta mengoptimalkan peran kas titipan,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan UPK, kata Wiwiek, BI bekerjasama dengan perbankan termasuk Perbarindo, dengan menyediakan 113 titik layanan.
Layanan tersebut terdiri dari penukaran oleh perbankan di 56 loket bank di Medan, 10 loket bank luar kota Medan (Kabanjahe dan Pangkalan Brandan), layanan penukaran oleh 28 BPR/S, kas keliling di 8 pasar serta kas keliling oleh BI dan perbankan di 11 titik layanan di Kabupaten Dairi dan Karo.
“Untuk periode Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 akan didistribusikan melalui 28 BPR/S dengan modal kerja uang baru Rp5,351 miliar pecahan 100 ribu, 50 ribu, 20 ribu, 10 ribu, 5.000, 1.000 dan 500,” ujarnya.
Wiwiek mengimbau, masyarakat agar berhati-hati dalam melakukan transaksi, dengan meneliti ciri-ciri keaslian uang. Pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan perbankan dan pihak-pihak terkait guna memastikan optimalnya layanan uang tunai. [KM-03]















