Harga Daging Jelang Nataru di Medan Masih Normal

MEDAN, KabarMedan.com | Harga daging lembu di Pasar Petisah menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 masih normal. Para pedagang mengaku, penjualan daging akan mengalami peningkatan di akhir Desember 2019.

Salah seorang pedagang daging lembu, Sofian (46) mengaku, hingga saat ini harga daging lembu masih Rp110 ribu/kg, sama seperti saat lebaran kemarin.

“Harganya masih sama seperti lebaran, belum ada peningkatan,” katanya, Senin (23/12/2019).

Ia mengaku, harga daging lembu biasanya mengalami peningkatan mulai 27 Desember 2019 hingga tanggal 1 Januari 2020. Namun, katanya, kenaikan harga tidak begitu tinggi. “Paling naik Rp5000-an saja,” ujarnya.

Baca Juga:  FWP Sumut Gelar Raker, Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemprov

Sekda Provinsi Sumut R.Sabrina mengatakan, dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan di Pasar Petisah dan Brastagi Supermarket, harga dading lembu terdapat perbedaan. Di Pasar Petisah harganya di kisaran Rp110 ribu, sedangkan di Brastagi Supermarket Rp150 ribu.

“Jika misalnya kita bandingkan, lokasinya memerlukan biaya, masih ada kewajaran. Misalnya cabai tidak begitu tinggi. Hampir sama. Cuma daging lembu di sana (Pasar Petisah) Rp110 ribu, sedangkan di sini (Brastagi Supermarket) Rp150 ribu. Tapi di sini (Brastagi Supermarket) dagingnya sudah dibersihkan dari lemak, jadi kalau dikalikan tidak begitu tinggi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Gubernur Bobby Nasution Minta Realisasi Program Prioritas Daerah Dipercepat

Dari sidak di dua lokasi itu pihaknya memang menemukan adanya perbedaan harga barang kebutuhan pokok namun masih bisa dijangkau masyarakat. Namun, katanya, hingga saat ini harganya masih stabil.

“Jika terjadi kenaikan tidak terlalu banyak, dan ini kita melihat pada sisi ketersediannya,” jelasnya.

Secara angka, kata Sabrina, stok kebutuhan pkok masyarakat masih cukup. Hal tersebut setelah dilakukan pengecekan di lapangan, hasilnya masih sesuai dengan laporan tertulis yang diterima. Ia berharap, harga kebutuhan masyarakat bisa tetap stabil.

“Petani, pedagang dan peternak tetap untung tapi masyarakat juga masih mampu menjangkaunya,” katanya. [KM-05]