Ajukan Banding, Terdakwa Korupsi Tetap Dihukum 10 Tahun dan Didenda Lebih Besar

MEDAN, KabarMedan.com | Pengadilan Tinggi Medan menolak banding yang diajukan oleh mantan Pemimpin Divisi Tresuri PT Bank Sumut Maulana Akhyar Lubis dan Direktur Kapital Market PT MNC Sekuritas Andri Irvandi.

Masing-masing tetap akan menerima hukuman selama 10 tahun setelah dinyatakan terbukti melakukan tindak korupsi pembelian surat berharga yang merugikan negara ratusan miliar dan tindak pidana pencucian uang. Dalam putusannya, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Medan juga menetapkan denda kepada masing-masing terdakwa sebesar Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. Hal tersebut sedikit berbeda dari putusan Pengadilan Negeri Medan sebelumnya yakni hukuman 10 tahun dengan denda 300 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Merubah, putusan Pengadilan Negeri Medan yang dimohonkan banding tersebut sekedar tentang besarnya denda yang dijatuhkan kepada kedua terdakwa,” ujar Ketua Majelis Hakim Tinggi, Erwin Mangatas Malau, Senin (22/02/2021).

Terdakwa Maulana Akhyar Lubis juga dihukum untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 514 juta dalam kurun satu bulan setelah putusan ditetapkan.

Baca Juga:  Mulai Terkuak, Begini Fakta Baru Pembunuhan 2 Wanita oleh Oknum Polisi di Belawan

“Jika terdakwa tidak sanggup membayar dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita. Apabila harta kekayaannya tidak mencukupi, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun,” tambah Erwin.

Sementara itu Andi Irvandi harus membayar uang pengganti sebesar 1.286.750.000, sama seperti Maulana, apabila Andi tidak sanggup membayar dan harta benda tidak mencukupi, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun.

Kasus ini bermula sekitar tahun 2017 saat PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (PT SNP) mengalami kesulitan keuangan, dimana cash in flow atau uang masuk lebih kecil daripada cash out flow atau uang keluar. Untuk memenuhi biaya operasional, PT SNP kemudian melakukan penjualan surat berharga berupa Medium Term Notes (MTN).

Dalam penjualan surat berharga MTN tersebut, Direktur Utama PT SNP Doni Satria melakukan kerjasama dengan pihak MNC Sekuritas. Negosiasi dilakukan Doni Satria dengan Dadang Suryanto selaku Direktur Investment Banking MNC Sekuritas dan anggotanya bernama Bambang Rudy Setiawan Head of Investment Banking MNC Sekuritas, Andri Irvandi selaku Direktur Capital Market MNC Sekuritas serta anggotanya Arief Effendy selaku Pemimpin Divisi Fixed Income.

Baca Juga:  Jasad Perempuan Mengambang di Kolam Pancing Hebohkan Warga Desa Sukamaju

Kerjasama tersebut dilakukan untuk penyusunan dokumen untuk menerbitkan MTN yang kemudian akan ditawarkan oleh Andi Irvandi kepada Maulana Akhyar Lubis selaku Pemimpin Divisi Treasuri PT Bank Sumut. Dana Bank Sumut melalui Maulana tersebut kemudian akan digunakan sebagai investasi dengan cara membeli surat berharga MTN yang diterbitkan oleh PT SNP.

Maulana mengarahkan agar Bank Sumut membeli MTN tanpa proses analisa perusahaan. Perbuatan Maulana Akhyar Lubis menggunakan modus melalui penggunaan rekening investasi untuk menerima harta kekayaan yang diketahui hasil tindak pidana korupsi, yang bertujuan agar uang yang diterima terlihat wajar dan berasal dari hasil investasi yang sah, sehingga asal-usul harta kekayaan tidak diketahui berasal dari tindak pidana. [KM-06]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.
KabarMedan.com adalah media digital independen terintegrasi terkemuka di Kota Medan yang merupakan Kota terbesar ke-3 di Indonesia, dan diakses oleh rata-rata 100.000++ visitor perhari dengan jumlah tampilan laman perhari rata-rata 1,6 juta pageviews. KabarMedan.com juga telah mendapatkan sertifikasi sebagai media terverifikasi dari Dewan Pers Indonesia, sehingga layak dipercaya oleh publik dan memiliki kredibilitas yang tinggi sebagai sumber informasi. Untuk pemasangan iklan/advertorial/media partner silahkan menghubungi kami via WhatsApp 0819613506 pada jam kerja Senin – Jum’at pukul 09.00 – 17.00 WIB.