MEDAN, KabarMedan.com | Para pebisnis usaha perjalanan wisata mengalami banyak pembatalan tiket akibat merebaknya virus corona. Pembatalan banyak terjadi pada paket perjalanan wisata dari Singapura dan Malaysia.

“Dari informasi yang kita terima sudah mulai banyak pembatalan paket perjalanan wisata ke Sumut, meski belum sampai setengah dari yang sudah dijadwalkan,” kata Solahuddin Nasution, Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumut kepada wartawan, Selasa (11/2/2020).

Meski sejauh ini belum ditemukan suspect corona di Indonesia, khususnya Sumatera Utara, katanya, dirinya yakin pembatalan terjadi akibat kekhawatiran wisatawan, dan mengurungkan minat mereka melakukan perjalanan.

Selain itu, berbagai negara juga melakukan penutupan penerbangan dari dan ke Tiongkok. Hala ini juga memberi dampak besar karena konektivitas penerbangan antar negara berhubungan satu dengan lainnya.

Baca Juga:  HGI dan PORDI Buka Panggung Prestasi Bagi 768 Atlet Domino di Medan

“Banyak yang sudah booking (tiket pesawat) tetapi di-refund (dibatalkan),” ujarnya.

Meski Asita Sumut belum menghimpun data lebih detil, tapi ia memastikan kondisi itu terjadi berdasarkan keluhan dari para pebisnis usaha perjalalan wisata.

Ia mengaku, Asita tidak dapat melakukan upaya apapun untuk mengatasi kondisi ini karena dalam dunia pariwisata mereka hanya selaku operator. Mereka hanya bisa meyakinkan wisatawan dan agen di luar negeri bahwa Indonesia masih aman dari virus corona.

Baca Juga:  Disperindag ESDM Sumut Sidak Beras Fortifikasi di Tiga Daerah, Temukan Enam Merek Tanpa Label Kualitas di Binjai

Asita juga tidak dapat menekan harga paket perjalanan wisata kecuali komponen-komponen dari harga itu diturunkan oleh lini usaha pariwisata lain, seperti hotel, transportasi, dan lainnya.

“Saya kira kebijakan menurunkan harga paket, tidak pas. Jika diturunkan, apakah wisatawan akan datang dengan kekhawatiran virus ini,” jelasnya.

Ia menjelaskan, saat ini wisatawan pengguna paket perjalanan wisata ke Sumut sudah nyaris tidak ada lagi dari Singapura.

Padahal, negeri Singa itu menyumbang 15 persen dari total pengguna paket perjalanan wisata ke Sumut. Sementara, wisatawan dari Malaysia sebanyak 50 persen, Eropa dan Tiongkok masing-masing sebesar 4 persen. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana, komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator.

Please enter your comment!
Please enter your name here