SAMOSIR, KabarMedan.com | Saat ini masih ditemukan sejumlah hambatan dalam pembangunan dan pengembangan Danau Toba, Sumatera Utara menjadi destinasi wisata internasional.

Hal tersebut dikatakan Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo Rapat Koordinasi Pengamanan dan Pengelolaan Mendukung Pembangunan Kawasan Danau Toba Sebagai Destinasi Wisata Internasional di Tuk Tuk, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Minggu (25/8/2019).

“Ada beberapa isu yang menjadi hambatan, seperti masalah lingkungan, komunikasi yang lebih baik lagi antara pemerintah dan masyarakat, hingga detil-detil pembatasan tonase kendaraan yang melintas di kawasan Danau Toba,” katanya.

Baca Juga:  Disperindag ESDM Sumut Sidak Beras Fortifikasi di Tiga Daerah, Temukan Enam Merek Tanpa Label Kualitas di Binjai

Ia mengatakan, agar kawasan di Danau Toba menjadi kawasan pariwisata, maka nuansanya haruslah pariwisata.

“Jadi jika orang datang ke Danau Toba nuansanya harus pariwisata. Jangan nanti tiba-tiba ada kendaraan berat yang melalui jalan pada jam-jam yang tidak tepat,” ujarnya.

Ia mengaku, tugas pembangunan dan pengembangan kawasan pariwisata Danau Toba bukan saja tugas BPODT, namun juga pihak lainnya, seperti pemerintah kabupaten di sekitarnya dan juga pihak lainnya.

Baca Juga:  Walikota Tebing Tinggi Tekankan Lima Poin Penting Bagi ASN untuk Tingkatkan Kinerja

“Kita harus bersinergi dengan berbagai stakeholder. Kita juga harus bersinergi dengan kalangan akademisi, kalangan bisnis, pemerintah pusat hingga daerah dan media,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, semua pihak harus turut serta melakukan pembangunan hard infrastructure hingga soft infrastructure.

“Bagaimana mengelola image Danau Toba itu penting, karena kita sedang pembangunan hingga tahun 2020,” pungkasnya. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana, komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator.

Please enter your comment!
Please enter your name here