JAKARTA, KabarMedan.com | Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) bersama Young Enterpreneur Network Development (YEN-D) Indonesia menggelar Japnas-YEN D South East Asia Business Matching 2019, di Jakarta pada 20-22 September 2019. Kegiatan diharapkan menghasilkan kerja sama bisnis sebesar Rp 1 triliun.
Ketua Pelaksana Masbukhin Pradana mengatakan, Japnas-YEN D South East Asia Business Matching 2019 akan dihadiri 400 pengusaha, terdiri 300-an pengusaha Indonesia, 70 pengusaha YEND Thailand, 10 staf Kementerian Ekonomi Thailand, pengusaha Malaysia, pengusaha Myanmar.
“Selain itu undangan pengusaha asing yang melakukan kegiatan usaha Indonesia,” katanya, Rabu (18/9/2019).
Ia menjelaskan, peserta Japnas-YEN D South East Asia Business Matching 2019 dikelompokkan menjadi 16 sektor yang terdiri dari accessory, jewelry, cosmetics, fashion & apparel; agriculture; automotive, transportation & logistics; clothing and garments; tooling & construction.
Selain itu, consumer goods & services, education, electricm, gadgets & home appliances, food & beverage, furniture, marine industry, packaging, pharmaceuticals & biotechnology,real estate, technology & digital services serta energy.
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Japnas, Bayu Priawan Djokosoetono mengatakan kegiatan Japnas lebih cenderung pada program pengayaan pasar, membangun sinergitas, kerja sama usaha, dan pemetaan pasar.
“Kegiatan ini merupakan manifestasi positioning Japnas sebagai action group,” ujar Bayu Priawan Djokosoetono.
Ia mengatakan, dengan membagi menjadi 16 sektor ini diharapkan dapat mewakili unit usaha yang dapat bersinergi secara riil.
“Kami ingin dorong peserta untuk menjalin kerjasama B to B sehingga target kerja sama sebesar Rp 1 triliun dapat tercapai” kata Chairman Bluebird Group ini.
Ketua Harian Japnas, Widiyanto Saputro menyampaikan Japnas-YEN D South East Asia Business Matching 2019 merupakan upaya nyata Japnas menjajaki pasar ASEAN.
“Ini upaya membuka pasar yang lebih luas,” jelasnya.
Ia mengatakan, perluasan pasar ini merupakan hasil kerja sama Japnas dengan Kemko Perekonomian di area BIMP-EAGA (Brunei Darussalam, Indonesia-Malaysia East Asean Growth Area), IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle) dan area Pasifik.
“Kegiatan ini akan mendorong para pengusaha dalam negeri berekspansi keluar,” tambahnya.
Presiden YEN-D Indonesia Doni Teguh berharap pertemuan bisnis ini diharapkan akan membuka jaringan persahabatan yang luas di antara negara-negara peserta.
“Dampak lebih lanjut dapat membantu perkembangan perekonomian regional, khususnya Indonesia,” cetusnya.
Japnas-YEN D South East Asia Business Matching 2019 merupakan tindak lanjut kerja sama IMT GT di bawah supervisi Kementerian Koordinator Perekonomian. Pertemuan pertama dilaksanakan di Thailand, pada Maret 2019. [KM-03]














