MEDAN, KabarMedan.com | Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Sumatera Utara meminta kepada Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi, untuk lebih memprioritaskan pengisian jabatan Wakil Gubernur Sumut ketimbang secara tergesa-gesa merotasi SKPD serta fokus pada visi dan misi untuk mengejar target RPJMD.
Ada banyak hal yang harus diperhatikan sebelum merotasi pejabat. Etika politik menjadi prioritas seharusnya. Sesuai ketentuan yang berlaku, Gubsu harus lebih memperhatikan partai pengusung pada Pilgubsu 2013 lalu.
“Jika memang merotasi SKPD mendesak, artinya ada kegagalan visi dan misi. Gubsu harusnya membicarakan ini kepada partai pengusung untuk mencari sosok pendampingnya hingga akhir periode,” kata Ketua DPD IMM Sumut Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan, Faisal Fariz, Senin (13/6/2016).
Dia menambahkan, satu hal yang mestinya menjadi pemikiran bagi Gubsu ialah bahwa kini semua orang pasti menduga, jika ada pergeseran oleh pejabat baru, motifnya hanya uang. Itu sudah rahasia umum.
Hal senada juga diungkapkan Hazlan Nuari Putra, selaku Bidang Kader DPD IMM Sumut. Menurut Hazlan, Gubsu harus segera mementukan wakilnya yang diprioritaskan dari kalangan muda yang energik dan memiliki track record yg baik dalam politik dan Pemerintahan, serta tidak tersandung kasus korupsi. Sehingga nantinya Gubernur dan Wakilnya bisa saling bersinergi untuk mewujudkan Sumut sebagai Provinsi yang good and clean governance.
Baca Halaman Selanjutnya














