Edy Rahmayadi Diharapkan Dapat Realisasikan Janji Kampanyenya

MEDAN, KabarMedan.com | Pasca dilantiknya Edy Rahmayadi sebagai Gubsu baru diharapkan dapat merealisasikan janji kampanye pilkada kemarin, terutama penataan birokrasi yang dianggap biang masalah buruknya pelayanan publik yang selama ini.

Pelayanan publik dianggap masuk dalam zona kuning karena belum ramah bagi masyarakat. Reformasi birokrasi menyeluruh harus dilakukan khususnya pembinaan SDM yang dinilai menjadi biang masalah pelayanan publik, tentu tidak kalah penting banyaknya atap, pintu dan meja pelayanan publik dapat disederhanakan prakteknya di lapangan.

“Gubsu baru juga harus membuka akses partisipasi publik seluas-luasnya dalam membuat kebijakan menyangkut hajat orang banyak yang sangat tertutup selama ini,” katanya, Rabu (5/9/2018).

Ia mengatakan, masyarakat harus ditempatkan sebagai subjek kebijakan pro-rakyat bukan objek yang hanya dijadikan komoditas politik pada momen pilkada. Selanjutnya, logika kedudukan Gubsu selama ini harus dibalik, Gubsu harus jadi perpanjangan tangan warga Sumut terhadap pemerintah pusat bukan tukang pos yang hanya meneruskan kebijakan pemerintah pusat.

Baca Juga:  Bobby Nasution Bantu Penyelesaian Persoalan Retribusi Wisata Air Panas Karo dengan Dua Opsi

“Pemadaman listrik yang akut di Sumatera Utara tidak boleh luput dari perhatian Gubsu dan harus hadir mendorong kebijakan energi di Sumatera Utara lebih baik,” ujarnya.

Pemadaman listrik yang berkepanjangan selama 15 tahun belakangan tidak mendapat perhatian serius dari Gubsu periode sebelumnya harus teratasi pada periode ini.

“Gubsu sebelumnya dinilai hanya “tunggu bola”, maka Gubsu baru harus “jemput bola” terhadap kebijakan nasional. Harapan ini bukan hanya isapan jempol semata, karena di provinsi lain yang secara peringkat di atas Sumut mampu lebih maju ketika Gubernur lebih aktif mendorong pemerintah pusat mengucurkan anggaran,” ucapnya.

Baca Juga:  Toba Caldera Culture Festival 2026 Hadirkan Kompetisi Paduan Suara Internasional

Gubsu baru tentu harus belajar banyak dari Gubernur Sumsel yang berhasil mendorong percepatan pembangunan melampaui Sumut sehingga menjadi pilihan utama setelah Jakarta sebagai tuan rumah event Internasional.

“Sumsel sudah jauh meninggalkan Sumut dalam pembangunan akses infrastruktur dari berbagai bidang harus mampu dikejar Gubsu baru dengan yang berbeda,” jelasnya.

Tentu tidak salah harapan besar dibebankan pada Gubsu baru karena Sumut sebagai provinsi terbesar di luar Jawa dan lalu lintas Internasional harus cepat berbenah.

“Tidak boleh melakukan evaluasi apalagi pesimis, karena Gubsu baru dilantik hitungan jam. Selamat bekerja Gubernur baru untuk Sumut lebih baik,” pungkasnya. [KM-03]