HTI: Jokowi Terbukti Antek Asing

KABAR MEDAN | Ratusan massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar unjukrasa di Bundaran Majestik, Jalan Gatot Subroto, Rabu (19/11/2014).

Mereka menyatakan penolakannya terhadap kenaikan harga BBM. Mereka juga kembali menyuarakan pentingnya penegakan khilafiyah. Sikap itu dituangkan pada orasi yang disampaikan, serta diterakan pada spanduk dan poster yang mereka bawa.

Massa juga menilai, kebijakan Jokowi di awal pemerintahannya ini menunjukkan dia merupakan antek-antek asing. Terlebih kebijakan itu dilakukan di saat harga minyak dunia jatuh pada titik terendah, berbanding jauh dengan asumsi di APBN.

Baca Juga:  33 Tersangka Diamankan Selama Operasi Antik Toba di Sergai Bersama Sabu 46,82 Gram dan Ganja 2,6 Kg Lebih

“Menurut kami, kebijakan menaikkan harga BBM itu merupakan pesanan pihak Barat yang ingin meliberalisasi Indonesia. Ini menunjukkan Jokowi merupakan antek asing dan kaum kapitalis yang ingin terus mengambil keuntungan dari Indonesia. Dari awal kami sudah ingatkan hal ini tapi banyak rakyat yang tidak percaya, sekarang terbukti baru berkuasa sudah khianat,” kata pemuka HTI Sumut, Azwir Ibnu Azis.

Menurut HTI, kebijakan menaikkan harga BBM merupakan kebijakan yang penuh kebohongan dan pengkhianatan.”Kenaikan BBM ini jelas penghianatan terhadap rakyat,” sambung Azwir.

Baca Juga:  Kecelakaan Kerja di PT Aqua Farm Nusantara, Perusahaan Beri Dukungan Penuh kepada Korban

HTI juga mempertanyakan pengelolaan kekayaan negara, seperti dari hasil tambang. Sebagian besar di antaranya terbukti dinikmati pihak asing dan kaum kapitalis.

Ia mengatakan, mereka tidak akan berhenti menyuarakan penentangan terhadap kapitalisme yang menguasai hulu sampai hilir industri di negeri ini. “Kami berdoa, wahai Jokowi, insyaflah,” sebutnya. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.