Imamikom Gelar Konferensi Komunikasi Internasional

MEDAN, KabarMedan.com | Magister Ilmu Komunikasi dan Ikatan Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi (IMAMIKOM), sukses menyelenggarakan konferensi komunikasi internasional untuk pertama kalinya.

Mengangkat tema 1st International Conference of Communications Social Cultural Development and Digital Technology 1st COMM DT Media and Virtual Communication Perspective in “The Era Zaman Now” 4.0, acara ini diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis FISIP USU ke-38.

“ICOMM-DT 2018 merupakan acara yang menyediakan forum untuk presentasi dan konferensi terkait tentang komunkasi manusia, massa dan media sosial komunikasi antarbudaya, hukum, dan etika media dan komunikasi pemasaran terpadu. Karya ini bertujuan untuk memperkenalkan Program Studi Komunikasi Universitas Sumatera Utara di tingkat internasional atau domestik,” kata Ketua Prodi Magister Ilmu Komunikasi USU, Prof. Lusiana Andriani Lubis, MA, Ph.D, Jumat (7/9/2018).

Baca Juga:  Toba Caldera Culture Festival 2026 Hadirkan Kompetisi Paduan Suara Internasional

Acara yang berlangsung dua hari berhasil mengumpulkan 73 peserta berasal dari 6 negara dari, Malaysia, Thailand, Taiwan, Iran dan Indonesia.

“Dari acara ini didapatkan hasil bahwa perkembangan teknologi telah merubah sendi-sendi kehidupan dalam masyarakat. Mulai dari lahirnya nilai-nilai baru, kepercayaan dan kebiasaan sebagai budaya baru,” ujarnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kemkominfo, Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar MA, mengajak peserta untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Mengingat, perkembangan suatu bangsa tergantung kepada SDM masyarakatnya.

Baca Juga:  Gubernur Bobby Nasution Dorong Penambahan Event dan Skatepark di Sumut

“SDM itu tak lepas dari komunikasi dan orang komunikasi. Minimal harus tahu konten analisa tapi bukan yang konvensional. Intinya, kita harus berubah karena petanya sudah berubah,” ungkapnya.

Nadira Lorencia Utami, salah seorang peserta asal Universitas Sumatera Utara mengatakan, semoga ICOMM-DT 2018 dapat menjadi platform bagi para akademisi untuk mempublikasikan penelitian mereka.

“Mendiskusikan solusi untuk memecahkan masalah dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang perkembangan media dan komunikasi. Tentu saja, untuk selalu menjaga jaringan di seluruh dunia,” pungkasnya. [KM-03]