Indonesia dan Turki Jalin Kerja Sama Produksi Paracetamol

MEDAN, KabarMedan.com | Indonesia akan menjalin kerja sama dengan negara Turki dalam bidang kesehatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Duta Besar Republik Indonesia di Ankara, Muhammad Iqbal dalam acara Ngopi Bareng Virtual pada, Jumat (15/10/2021) usai merespon singgungan  Presiden Jokowi Widodo soal kemandirian industri farmasi dalam negeri yang dikeluhkan beberapa waktu lalu.

“Ada keluhan beberapa waktu lalu oleh Pak Presiden bahwa kita ada masalah dengan produksi bahan baku obat. Jadi, hampir sebagian besar obat yang kita produksi, bahan bakunya kita impor,” ujar Iqbal.

Baca Juga:  Dukung Bekasi Kelola Sampah Jadi Listrik, PLN Akan Serap dan Salurkan 223.584 MWh per Tahun

Dijelaskannya, bahwa akan ada kesepakatan untuk melakukan joint development (pengembangan bersama) dan joint production (produksi bersama) dengan Turki untuk memproduksi bahan baku obat, terutama Paracetamol.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sudah mengunjungi Turki pada 12-13 Oktober untuk menjalin kerja sama tersebut. Dan dalam jangka pendek ini, sudah dilakukan dukungan obat-obatan terapeutik di bidang farmasi.

Baca Juga:  PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi

Sementara untuk jangka panjang, akan dilakukan distribusi pengadaan bahan baku obat.

“Tentu pemerintah berharap agar kerja sama industri farmasi ini dapat memperkuat pemenuhan pasokan kebutuhan domestik dan dapat mengurangi impor bahan baku obat kita,” jelas Retno kepada wartawan saat konferensi pers.

Selain produksi paracetamol, kerja sama ini diharapkan dapat membantu masalah kemandirian industri obat Indonesia di masa pandemi, seperti vaksin dan alat-alat kesehatan lainnya. [KM-101]

Berkomentarlah secara bijaksana, komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator.

Please enter your comment!
Please enter your name here