Kenali Lebih Dekat Covid-19 Varian Delta yang Semakin Meluas

Foto : istimewa

MEDAN, KabarMedan.com | Menurut World Health Organization (WHO), Covid 19 adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis corona virus baru yaitu severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2), yang dilaporkan pertama kali di Wuhan Tiongkok pada 31 Desember 2019.

Saat ini sudah terjadi bermacam-macam mutasi salah satunya Covid-19 varian Delta yang pertama kali ditemukan di India pada akhir 2020 dan semakin menyebar ke lebih dari 80 negara di dunia. Penelitan menunjukkan bahwa varian Delta lebih menular dibandingkan varian covid-19 lainnya. Covid-19 Delta memiliki nama kode B.1.617.2 dengan risiko penularan sekitar 60 persen lebih tinggi daripada Varian Alfa.

Gejala yang dimunculkan oleh varian Delta ini cukup berbeda dengan varian virus aslinya atau varian lain seperti Alfa. Adapun gejala varian Delta seperti demam, mual dan muntah, flu parah, sakit kepala, sakit tenggorokan, batuk, diare, sakit perut, nyeri sendi dan hilang selera makan.

Baca Juga:  Dukung Penurunan Angka Kematian Ibu, PLN Salurkan Alat Deteksi Dini Risiko Kehamilan

Sementara gejala yang terjadi pada varian umum adalah sesak nafas, demam, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala dan anosmia atau hilang indera penciuman dan perasa.

Covid-19 varian Delta memiliki tiga tipe gejala, yaitu ringan, sedang dan berat. Gejala ringan misalnya berupa demam, batuk, nyeri tenggorokan, anoreksia dan sakit kepala. Gejala sedangnya seperti demam, batuk, sesak nafas dan nafas cepat. Sementara untuk gejala beratnya seperti demam, frekuensi nafas >30 kali per menit, distres pernafasan dan saturasi oksigen 93 persen tanpa bantuan oksigen.

Selain gejala, varian Delta bisa menular dengan beberapa cara yaitu transmisi droplet yang terjadi ketika orang yang sakit batuk atau bersin sehingga mengeluarkan percikan cairan (droplet) yang mengandung kuman. Oleh karena itu sangat ditekankan perlunya menggunakan masker.

Baca Juga:  Tularkan Semangat Kartini, PLN Perkuat Kontribusi Perempuan Lewat Srikandi Movement

Selain itu, penularan varian Delta bisa melalui transmisi udara atau aerosol. Penyebaran penyakit melalui udara terjadi ketika orang yang sakit berbicara, batuk atau bersin sehingga mengeluarkan partikel-partikel kuman dari tubuhnya. Kuman lalu berterbangan di udara dan menempel pada mata, mulut atau hidung orang yang sehat. Masyarakat disarankan untuk melakukan kegiatan di ruang terbuka dan tetap menggunakan masker.

Setelahnya ada transmisi vomit, dimana prosedur mencuci tangan sangatlah penting. Masyarakat perlu memperhatikan, bahwa varian Delta dinilai jauh lebih berbahaya dari varian umum. Oleh karena itu, seluruh masyarakat hendaknya tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan. [KM-07]