Konjen Jepang Resmikan Proyek Pembangunan Fasilitas Biogas dan Rumah Kompos di Langkat

Konsul Jenderal Jepang di Medan, Yuji Hamada meresmikan fasilitas biogas dan rumah kompos di Desa Selotong, Kecamatan Secanggang, Langkat, Kamis (4/12/2014).

KABAR MEDAN | Konsul Jenderal Jepang di Medan, Yuji Hamada, meresmikan proyek bantuan hibah pembangunan fasilitas biogas dan rumah kompos untuk meningkatkan kehidupan petani di Desa Selotong, Kecamatan Secanggang, Langkat, Sumatera Utara, Kamis (4/12/2014). Peresmian tersebut ditandai dengan pembukaan tirai batu prasasti oleh Konsul Jenderal Jepang di Medan, Yuji Hamada, bersama Wakil Bupati Langkat, Sulistianto.

Penandatanganan kontrak hibah Proyek Pembangunan Fasilitas Biogas dan Rumah Kompos ini dilakukan pada tanggal 10 Maret 2014 melalui program Grant Assistance for Grassroots Human Security Project. Dalam penandatanganan kontrak hibah tersebut, Komite Integritas Anak Bangsa (KIRAB) menerima hibah sebesar US$100.334 (sekitar Rp 1.1 Milyar). Bantuan tersebut telah digunakan untuk membangun fasilitas biogas dan rumah kompos di Desa Selotong Kabupaten Langkat.

Konsul Jenderal Jepang di Medan, Yuji Hamada dalam sambutannya mengatakan bahwa salah satu energi alternatif terbarukan yang relatif mudah dan murah adalah dengan memanfaatkan kotoran sapi sebagai sumber energi biogas dan kompos. Sumber energi biogas merupakan bahan bakar yang murah dan ramah lingkungan sedangkan pupuk organik kompos merupakan pupuk organik berkualitas yang mampu menggantikan atau mengurangi penggunaan pupuk kimia.

“Fasilitas rumah kompos dan biogas ini nantinya akan menjadi sarana pemanfaatan sumber energi biogas dan pupuk kompos yang dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan prekonomian masyarakat, membantu petani dan peternak untuk mengingkatkan produktivitas pertanian serta peternakan,” kata Yuji Hamada.

Menurutnya, fasilitas biogas dan rumah kompos ini dapat menjadi model pembangunan pemberdayaan masyarakat bagi para petani maupun peternak lainnya dan menciptakan desa mandiri energi khususnya di Kabupaten Langkat.

“Pemerintah Jepang percaya bahwa investasi teknologi untuk pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia merupakan hal yang penting. Maka dari itu, kali ini Pemerintah Jepang melaksanakan hal tersebut melalui program Grant Assistance for Grassroots Human Security Projects, sebagai bentuk kerjasama dan dukungan dari masyarakat Jepang kepada masyarakat Indonesia, dimana pajak masyarakat Jepang secara langsung disumbangkan kepada masyarakat Indonesia,” kata Yuji.

Di akhir sambutannya, ia berharap pemanfaatan sumber energi alternatif terbarukan serta pertanian dan peternakan berbasis organik yang ramah lingkungan, dapat dimulai dari kerja sama level masyarakat bawah Indonesia-Jepang melalui fasilitas biogas dan rumah kompos di Langkat ini. [KM-01]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.