SERDANG BEDAGAI, KabarMedan.com | Layanan darurat bebas pulsa Call Center 110 milik kepolisian di wilayah hukum Polres Serdang Bedagai (Sergai) masih marak disalahgunakan oleh oknum masyarakat melalui aksi panggilan jahil (prank).
Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Sergai, AKBP Sah Udur T.M Sitinjak, di sela acara temu ramah bersama Wartawan Mitra Humas Polres Sergai di Lapangan Tembak Tantya Sudhirajati, Kamis (1/10/2026).
AKBP Sah Udur mengungkapkan, dari total 34 panggilan yang masuk ke Call Center 110 Polres Sergai dalam sehari, hanya ada satu panggilan yang benar-benar memberikan informasi nyata. Sementara sisanya merupakan panggilan tak terjawab (missed call) hingga panggilan prank.
“Hari ini ada 34 panggilan masuk, tetapi hanya satu yang benar-benar memberikan informasi. Dua missed call, dan sisanya hanya prank menelepon, menekan angka nol, lalu tidak ada suara,” kata Sah Udur.
Ia menegaskan, tindakan irasional ini sangat membahayakan warga lain yang sedang berada dalam kondisi darurat dan benar-benar membutuhkan bantuan cepat dari pihak kepolisian.
“Saya minta tolong rekan-rekan media untuk membantu mensosialisasikan penggunaan nomor 110 ini. Takutnya, ketika ada masyarakat yang benar-benar membutuhkan pertolongan, seperti korban kecelakaan, jalurnya justru bertabrakan dengan orang yang melakukan prank. Akibatnya panggilan tidak masuk dan kesempatan mendapat pertolongan cepat jadi hilang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian cukup menekan angka 110 tanpa perlu menambahkan kode wilayah seperti 061 atau 021.
Panggilan tersebut secara otomatis akan tercatat oleh sistem mesin perekam dan diarahkan langsung ke operator kepolisian terdekat dari lokasi penelpon.
Sistem Call Center 110 juga dilengkapi dengan mekanisme eskalasi otomatis. Jika operator di tingkat Polres tidak merespons, panggilan akan otomatis dialihkan ke Polda setempat, hingga ke Mabes Polri jika di tingkat Polda juga tidak terangkat.
“Melalui saluran ini, masyarakat dapat menanyakan berbagai informasi maupun melaporkan kejadian darurat secara langsung kepada petugas yang berkompeten”, ujarnya.
Oleh karena itu, Kapolres berharap insan pers turut mengambil peran dan tanggung jawab sosial dalam mengedukasi publik agar memanfaatkan fasilitas darurat tersebut secara bijak.














