Medan Bitcoin Meetup Hadirkan Andrew Wagner Dari Kanada

MEDAN, KabarMedan.com | Seperti negara-negara lainnya, Indonesia perlu memperdalam kajian tentang mata uang digital Bitcoin ke tingkat yang lebih tinggi, setidaknya meyakini bahwa ilmu komputer yang berbasiskan kriptografi mampu menghasilkan nilai pada medium transaksi seperti uang.

Demikian disampaikan melalui teleconference via Skype, oleh Andrew Wagner, redaktur portal berita newsbtc.com pada acara Medan Bitcoin Meetup, yang diselenggarakan oleh Komunitas Kreatif MahapalaMultimedia di Medan, Minggu (9/8/2015).

Wagner, yang berdomisili di Kanada adalah bitcoin early adaptor, yang sejak 2013 banyak memberikan presentasi di negeri itu, perihal potensi Bitcoin di masa depan.

Dalam acara temu ramah pengguna Bitcoin Medan tersebut, Wagner memaparkan perihal pemahaman dasar mata uang digital. Disebutkannya, Bitcoin adalah mata uang digital (digital currency) yang digunakan di Internet dalam bertransaksi jual beli barang dan jasa.

Bitcoin dapat dipertukarkan dengan mudah, aman, dan murah antar mata uang konvensional (fiat currency) lainnya seperti euro, rupiah, ataupun dollar AS.

Bitcoin dibuat dalam sistem terbuka, di mana tidak ada pihak ketiga, seperti bank ataupun Pemerintah yang mengendalikannya, sebab sistem ini murni berdasarkan jumlah permintaan dan penawaran penggunanya.

“Dengan sistem peer-to-peer, Bitcoin dapat dengan mudah dan cepat mengirimkan sejumlah dana dalam jumlah besar kapan di mana saja, dengan biaya yang lebih murah,” jelas Wagner, yang mempraktikkan secara nyata pengiriman Bitcoin menggunakan ponsel dari Kanada ke ponsel para peserta di Medan.

Seorang peserta yang hadir, Tedy, asal Surabaya sangat antusias memanfaatkan bitcoin sebagai bentuk investasi dengan cara cloud mining. Dengan cloud mining, pengguna Bitcoin tidak perlu bersusah payah merawat perangkatnya, berikut mengkhawatirkan biaya listrik yang membengkak. Hasil mining secara otomatis masuk ke e-wallet Bitcoin miliknya setiap hari.

“Saya memanfaatkan cloud mining di Amerika Serikat sudah dua bulan belakangan dan mendapatkan manfaat yang luar biasa, karena saya cukup mengawasinya menggunakan ponsel saya di mana pun saya berada,” kata Tedy yang sehari-hari bergerak di bidang kesehatan ini.

Jika membandingkan Bitcoin dengan transfer uang konvensional menggunakan bank, seseorang akan dikenakan biaya yang tidak kecil, terlebih-lebih ketika seseorang menggunakan mata uang asing, misalnya tatkala mengambil uang di ATM di Malaysia dengan kartu debit bank tertentu. Bayangkan pula berapa rupiah yang harus Anda keluarkan untuk mentransfer menggunakan jasa Western Union.

Bitcoin diciptakan oleh Satoshi Nakamoto, seseorang atau sekelompok atau lembaga anonim pada 2008 sebagai upaya mengubah sistem keuangan dunia saat ini yang terbilang mahal, karena dikendalikan oleh bank sentral sebuah negara, bank-bank konvensional dan pranata-pranata keuangan lainnya.

Saat ini Bitcoin telah digunakan oleh miliaran orang di seluruh dunia, dengan total capital market triliunan dollar AS. Banyak tokoh-tokoh internasional dan lembaga berkelas dunia memilih Bitcoin untuk bertransaksi, seperti Bill Gates, Citibank, dan Winklevoss bersaudara, pelatak asas media sosial Facebook. [KM-01]