Menag Yaqut Bandingkan Suara Azan dengan Gonggongan Anjing, Masyarakat Berang

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Istimewa)

JAKARTA, KabarMedan.com | Pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat ditanyai soal peraturan mengenai volume suara azan memancing amarah masyarakat.

Awalnya, Yaqut mengatakan Peraturan Menteri Agama itu adalah untuk menoleransi umat beragama lainnya.

“Rumah ibadah saudara-saudara kita yang muslim itu bunyikan toa sehari lima kali dengan kencang secara bersamaan itu rasanya bagaimana?” ujar Yaqut, Rabu (23/2/2022).

Namun setelahnya, Yaqut memberi analogi suara azan dengan membandingkannya dengan gonggongan anjing.

Baca Juga:  Tinjau Sekolah Rakyat Sergai, KSP Dudung Pastikan Program Prioritas Presiden Tepat Sasaran

“Yang paling sederhananya lagi, tetangganya kita ini kalau kita hidup dalam satu komplek begitu misalnya, kiri kanan depan belakang pelihara anjing semua. Misalnya, menggonggong dalam waktu yang bersamaan, kita ini terganggu nggak? Artinya suara-suara itu kita atur agar tidak menjadi gangguan,” sebutnya.

Pernyataan Yaqut kemudian menjadi bumerang untuk dirinya sendiri sebagai Menteri Agama. Banyak, masyarakat hingga tokoh-tokoh yang menganggap analogi yang digunakan Yaqut tersebut kebablasan.

Baca Juga:  Electricity Connect 2026: PLN Group Teken 5 Kolaborasi Strategis, Estimasi Nilai hingga Rp3,3 Triliun

“Suara adzan kok dibandingkan dengan gonggongan anjing… analogi mu kebablasan pakmen!!!” tulis akun Twitter @DonnyZhafran, Kamis (24/2/2022).

“Gus Menteri, semoga ini salah komunikasi/salah memberi contoh saja. Pejabat pastinya tahu mengkomunikasikan masalah scr benar & proporsional. Apalagi kaitannya agama, tahu sendiri bisa sensitive. Suara azan & sholawat itu indah & penuh makna. Tdk pantas dicontohkan suara anjing,” tulis @ShamsiAli2. [KM-06]

Berkomentarlah secara bijaksana, komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator.

Please enter your comment!
Please enter your name here