Mereka yang Berunjuk Rasa di Luar Lapangan Merdeka

MEDAN, KabarMedan.com | Kontras. Begitulah situasinya. Ketika di dalam Lapangan Merdeka, Medan berbagai serikat buruh berdangdut ria, di luar mereka berbagai elemen mahasiswa, aktivis, buruh dan lainnya juga berunjuk rasa dengan konvoi dan menggelar aksi teatrikal serta orasi.

Gerakan Rakyat Melawan Sumatera Utara (GERAMSU) membawa baliho besar berisi 14 tuntutan dalam rangka Hari Buruh 1 Mei dan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei.

Dalam pernyataan sikapnya, GERAMSU menyinggung tentang pemiluĀ  yang dinilai sebagai pesta demokrasiĀ  borjuasi dalam lima tahunan yang meraup suara dengan mengobral visi misi abstrak.

Wajah rakyat Indonesia tergambar dari angka kemiskinan 70 juta jiwa, lebih dari 152.491 buruh menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam kurun 2014-2018, 28 juta petani tidak memiliki tanah dan 2,5 juta anak Indonesia tak bisa menikmati pendidikan lanjutan.

Mereka juga menyebut bahwa reformasi telah gagal dengan masih terjadinya represifitas , intimidasi, kriminalisasi terhadap gerakan rakyat dan pengekangan terhadap mahasiswa di USU, UMSU dan kampus lainnya di Sumut.

Dalam orasinya, mereka menyuarakan perlawanan kapitalisasi dan liberalisasi dunia pendidikan serta menuntut dihentikannya pemberangusan serikat buruh.

Selain itu, mereka menuntut diwujudkannya demokratisasi di dunia pendidikan. Menolak sistem kerja kontrak (outsourcing) dan upah di bawah UMR dengan diberlakukannya upah layak nasional bagi kelas pekerja.

“Kita menolak represifitas, intimidasi dan kriminalisasi terhadap gerakan rakyat baik itu di buruh, petani, mahasiswa dan kaum miskin kota,” ujar seorang orator dengan pengeras suara.

Selain orasi, GERAMSU juga menggelar aksi teatrikal dan musikalisasi puisi tentang perlawanan. Aksi mereka di pinggir jalan sempat membuat sedikit kemacetan. Tak berapa lama mereka kemudian membubarkan diri.

Di saat yang sama, berbagai elemen buruh yang berunjuk rasa tampak melakukan aksi konvoi menggunakan sepeda motor dan mobil bak terbuka. [KM-05]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.