MEDAN, KabarMedan.com | Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat, Sumut mengalami deflasi sebesar 0,66% pada November 2019. Hal ini membuat inflasi Sumut secara year to date (Januari-November) sebesar 2,53%.
Deflasi terjadi karena penurunan harga cabai merah 15,63%, harga ikan dencis 13,29%, tarif angkutan udara 4,05%, sawi hijau 10,94% dan harga telur ayam ras 3,64%.
Penurunan harga daging ayam 1,83% dan cabai hijau 17,60% juga ikut menyumbang deflasi,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi, Senin (2/12).
Ia mengatakan, empat kota yang di Sumut mengalami deflasi, yaitu Sibolga sebesar 0,48%, Pematangsiantar 0,10%, Medan 0,77% dan Padangsidempuan 0,05%.
Untuk komoditas yang mengalami peningkatan, yaitu bawang merah, upah pembantu rumah tangga, bawang putih, terong panjang, ikan gembung/kembung, minyak goreng dan bayam.
Ia menjelaskan, secara umum harga berbagai komoditas memang mengalami penurunan pada November 2019. Penurunan ditunjukkan oleh turunnya indeks kelompok bahan makanan sebesar 2,90%, kelompok sandang sebesar 0,36% dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,26%.
Untuk kelompok yang menunjukkan peningkatan indeks, yaitu kelompok perumahan, listrik, air, gas dan bahan bakar sebesar 0,14%, dan kelompok kesehatan sebesar 0,03%.
“Sedangkan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga tidak mengalami perubahan indeks,” pungkasnya. [KM-03]














