MEDAN, KabarMedan.com | Pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau Covid-19 di Sumatera Utara terus bertambah menjadi 53 orang. Mereka tersebar di 24 rumah sakit di 6 Kabupaten/Kota di Sumut. Demikian dikatakan Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, Riadil Akhir Lubis, Selasa (24/3/2020).
“Update data pasien terkait Covid-19, pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di rumah sakit saat ini berjumlah 53 orang. Kalau kemarin 50 orang. Ini berada di 24 rumah sakit dan 6 Kabupaten/Kota, yaitu Medan, Deli Serdang, Langkat, Toba, Samosir, dan Sergai,” katanya.
Ia mengatakan, saat ini sudah 8 orang pasien dalam pengawasan yang positif virus corona.
“Kalau kemarin ada 2, hari ini bertambah 6 orang. Kumulatif 8 orang dan 1 orang meninggal dunia. 7 orang lagi dirawat. Untuk Covid-19 negatif ada 8 orang,” ujarnya.
Sementara, katanya, orang dalam pemantauan (ODP) mengalami kenaikan dari 763 orang menjadi 1.391 orang. Dimana, ODP paling banyak berada di Kota Medan, Deli Serdang, Asahan, Binjai, Pematangsiantar dan lainnya.
“Untuk ODP yang melapor ada 1.391 orang. Ada kenaikan hampir 89 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemprov Sumut telah melakukan antisipasi terjadi kenaikan orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) ini.
Dimana, Pemprov Sumut telah menyiapkan 49 ruang isolasi di Rumah Sakit dr. GL Tobing PTPN II Tanjung Morawa yang menjadi rumah sakit rujukan evakuasi utama.
“Insya Allah besok pagi sudah dapat difungsikan 49 ruang isolasi. Kita juga sedang mempersiapkan 230 kamar isolasi di Rumah Sakit Martha Friska, dan 25 kamar di Rumah Sakit Sari Mutiara,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga sedang mempersiapkan 99 kamar isolasi di wisma atlet, dan mencadangkan 81 kamar di Pusat Pendidikan Badan Sumber Daya Manusia Pemprov Sumut.
“Persis sampai hari ini kita sudah mempersiapkan 484 kamar isolasi dari rumah sakit-rumah sakit yang dijadikan rujukan PDP dan ODP,” ungkapnya.
Pemprov Sumut juga menyiapkan 500 hingga 1.000 kamar untuk cadangan kedua jika terjadi kenaikan kasus ODP dan PDP.
“Bahkan jika kondisi tidak memungkinkan maka hotel dan diklat lainnya kita jadikan rumah sakit,” pungkasnya. [KM-03]














