Pabrik Busa di Deli Deli Serdang Terbakar, Ini Kata Penjaga Malam

DELI SERDANG, KabarMedan.com | Anton Irawan (53) berucap syukur berulang kali karena selamat dari kobaran api yang membakar pabrik busa di Dusun Dua A, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Deli Serdang, Selasa pagi (9/7/2019). Nyawanya hampir melayang ketika api cepat merembet dari bagian tengah hingga ke seluruh bagian pabrik.

Dijelaskannya, saat itu sekitar pukul 06.00 wib. Dia sedang di kamar mandi lantaran sakit perut. Saat itu dia merasakan suhu udara di sekitarnya sudah panas. Anton yang sejak berjaga dari Senin sore melihat api sudah marak dari bagian tengah pabrik panik karena sendirian di dalam pabrik tertutup.

Dia tak tahu apa penyebabnya. Anton yang dua jam lagi harusnya sudah pulang ke rumahnya itu panik dan berusaha keluar dari pintu kecil di bagian samping atau sekitar 20 meter dari pintu utama. Menurutnya, sesaat setelah dia berhasil keluar, atap seng di dekat pintu runtuh.

“Kalau tidak cepat-cepat keluar tadi, bisa terpanggang saya di dalam,” katanya.

Setelah berhasil keluar, warga di sekitar sudah mulai berdatangan. Sebagian dari mereka mengambil air dan berusaha memadamkannya. Sekitar setengah jam kemudian, api dari bagian tengah semakin menjalar ke bagian depan pabrik yang dijadikan sebagai pintu masuk dan keluar barang.

Suara ledakan dari dalam, kata dia, juga terdengar berkali-kali. Pria yang baru setahun berjaga malam di pabrik ini mengaku tidak tahu menahu penyebab kebakaran. Kejadiannya cepat dan dia tidak sempat menyelamatkan apapun.

Biasanya, lanjut dia, dia pulang pukul 08.00 wib. Di saat yang sama, pekerja-pekerja pabrik yang berjumlah sekitar 50-an, terdiri dari laki-laki dan perempuan mulai berdatangan untuk bekerja. Di pabrik ini, lanjut dia, dia digaji bulanan dengan uang tunai.

“Pabrik ini Minggu aja yang libur. Kerjanya dari pagi sampai sore. Pemilik pabrik jarang sekali datang tapi ada orang kantor yang di sini,” katanya.

Kanit Reskrim Polsek Labuhan Deli, B. Pohan mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab terjadinya kebakaran dan nilai kerugian. Mengenai tidak adanya plank pabrik, menurutnya hal tersebut akan didalami.

“Kita sekarang masih melakukan penyelidikan apa penyebabnya. Soal tak ada plank, itu mungkin ke Disnaker,” katanya.

Saat ini, petugas sudah memasang police line di pintu masuk pabrik. Mobil pemadam kebakaran baru saja meninggalkan lokasi. Sebagai gambaran, lokasi pabrik ini bersebelahan langsung dengan pemukiman warga, panglong kayu dan juga pemakaman warga.

Akibat kebakaran, dinding beton pabrik masih panas dan daun-daun pohon di sekitar pabrik juga mengering. Di dalam pabrik, tiang-tiang besi dan atapnya tampak melengkung dan runtuh. Di antara puing-puing yang terbakar, tampak ada tiga mobil pick up yang terbakar hingga tersisa tinggal rongsokan. [KM-05]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.