MEDAN, KabarMedan.com | Ratusan anak dan orang muda yang tergabung dalam program AKSI 2015 melakukan aksi long march dan panggung atraksi kreativitas “Orang Muda Berani Bicara” untuk pencegahan pernikahan anak, di Medan, Sabtu (19/12/2015).
Berdasarkan data penelitian Pusat Kajian Gender dan Seksualitas Universitas Indonesia tahun 2015, terungkap angka pernikahan anak di Indonesia menduduki peringkat kedua teratas di kawasan Asia Tenggara.
Sekitar 2 juta dari 7,3 perempuan Indonesia berusia di bawah 15 tahun sudah menikah dan putus sekolah. Jumlah itu diperkirakan naik menjadi 3 juta orang pada tahun 2030.
Berbagai resiko dan potensi dampak negatif seperti perceraian, kesehatan, ketidaksiapan secara mental, serta hilangnya hak-anak yang dimiliki hanyalah menjadi bagian kecil mengapa pernikahan anak harus dicegah.
Walaupun upaya banyak pihak yang mengajukan yusidial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menaikkan batas usia perkawinan anak kandas, namun berbagai pihak tetap terus berkomitment untuk melakukan perubahan kepada masyarakat, khususnya anak dan orang muda secara langsung.
“Saat ini komitmen pembangunan dunia sudah menggunakan pendekatan berkelanjutan, lebih dikenal dengan Sustainable Development (SDGs). Untuk itu kami sebagai orang muda memiliki peranan penting untuk melakukan perubahan dan berkontribusi positif bagi masyarakat, salah satunya melalui gerakan AKSI2015 ini,” ungkap Koordinator Program Aksi 2015 Medan, Intan Dirjalaila, di sela-sela aksi long march.
Intan menambahkan bahwa program AKSI 2015 di Medan secara spesifik mengangkat tema pencegahan pernikahan dini. Selain aksi longmarch, kegiatan lain yang akan dilakukan adalah panggung aksi kreatifitas dari anak dan orang muda. Berbagai penampilan seperti modren dance, seremoni penurunan spanduk kegiatan, menyanyi, akustik, beatbox, rapper, teater, puisi, shuffle, dan atraksi lainnya.
Gerakan sosial anak dan orang muda ini menjadi bagian gerakan bersama yang dilakukan oleh 14 daerah lainnya di Indonesia. Untuk di Medan sendiri program ini dilakukan oleh Yayasan PKPA, Yayasan Smile, ARMI, Komunitas Semut, SMA Dharma Pancasila, SMA Raksana, SMAN 7 Medan, SMAN 9 Medan, SMA Amir Hamzah, SMP Taman Siswa, dan media partner Radio Medan FM. [KM-01]















