Pegadaian Bukukan Laba Rp2,2 Trilyun Sepanjang 2016

JAKARTA, KabarMedan.com | PT Pegadaian (Persero) sepanjang 2016 berhasil membukukan laba Rp2,2 trilyun. Pencapaian ini naik 15,2 persen jika dibandingkan dengan pencapaian di 2015 yang mencapai Rp1,9 trilyun.

Direktur IV Bidang Keuangan PT Pegadaian (Persero), Dwi Agus Pramudya mengatakan, pencapaian laba itu didukung dari pendapatan usaha perusahaan. Tercatat pendapatan usaha mengalami kenaikan 8,7 persen dari total pendapatan usaha tahun 2015 tercatat Rp8,9 trilyun menjadi Rp9,7 trilyun.

“Pencapaian kinerja perusahaan tahun 2016 ini menggembirakan. Bahkan itu mendorong pertumbuhan aset-aset yang tumbuh 20 persen secara Year on Year,” kata Dwi, Sabtu (18/2/2017).

Faktor pendukung lainnya, menurut dia, berasal dari kinerja operasional yang pencapaian sesuai harapan. Pertumbuhan Total Outstanding Loan (OSL) meningkat sebesar 14,5 persen dari Rp30,9 trilyun pada akhir tahun 2015 menjadi Rp35,4 trilyun.

Komposisi besaran OSL tersebut terdiri dari OSL gadai konvensional sebesar Rp27,3 trilyun atau memiliki porsi 78,9 persen, gadai syariah Rp3,5 trilyun dengan porsi 10,2 persen, sedangkan non gadai sebesar Rp3,7 trilyun yang memiliki porsi 10,9 persen.

“Dengan kata lain, bisnis gadai baik konvensional maupun syariah masih tetap mendominasi dengan OSL sebesar Rp30,9 trilyun,” sebut Dwi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Riswinandi mengungkapkan, hal yang menjadi tantangan perusahaan ke depan adalah peningkatan inovasi di produk-produk yang dimiliki.

Menurutnya, Pegadaian merupakan bagian dari BUMN yang mempunyai misi untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu produk dan layanan Pegadaian dibuat dalam rangka memberikan solusi keuangan pada masyarakat guna mengatasi berbagai kebutuhan keuangan.

“Pegadaian memberikan solusi bisnis dalam tiga lini, pertama bisnis pembiayaan berbasis gadai dan fidusia. Kedua bisnis emas dan ketiga bisnis aneka jasa yaitu jasa multi pembayaran dan jasa pengiriman uang. Jadi Pegadaian memberi solusi kepada masyarakat yang memerlukan kebutuhan dana, menyediakan sarana investasi yang kelebihan dana dalam bentuk emas, dan mempercepat akses transaksi keuangan,” pungkas Riswinandi. [KM-01]