Pelaku Kehumasan Perlu Kuasai Management Crisis & Branding Activity

MEDAN, KabarMedan.com | Ikatan Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi (IMAMIKOM) Universitas Sumatera Utara, PERHUMAS Muda USU, dan Tanoto Foundation, menggelar Seminar dan Workshop Public Relations dengan thema “Trend Of Management Crisis And Branding Activity”, di Gedung Raz Plaza, Jalan Dr Mansyur Medan, Selasa (29/9/2015) .

Seminar yang memberikan wawasan kehumasan ini menghadirkan tiga orang praktisi sebagai narasumber kegiatan yakni, Deputi Konsulat Amerika untuk Sumatera Utara Phillip Hoffman, Wakil Ketua BPC Perhumas Medan sekaligus Akademisi Magister Ilmu Komunikasi USU Drs Safrin, M.Si, serta Direktur PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) Leonard Hutabarat.

Dalam materi seminar Management Crisis, Phillip Hoffman menyampaikan beberapa hal mengenai teknik informasi yang akan disampaikan oleh staf kehumasan (Public Relation). Materi yang disampaikan merujuk pada penanganan informasi positif yang dilakukan ketika terjadi peristiwa gempa dan tsunami tahun 2011 di Jepang.

Menurut Phillip Hoffman seorang petugas Public Relation sebaiknya melakukan sejumlah persiapan diantaranya perlengkapan penunjang media krisis (telepon, faksimile, komputer, radio). Termasuk menyebarkan postingan informasi positif di situs sendiri tentang peristiwa yang terjadi, memanfaatkan fasilitas jejaring sosial untuk pesan yang akan disampaikan, serta menyiapkan rangkaian pesan (statement) dalam menghadapi sejumlah pertanyaan dari media masa.

Seminar sehari yang dilakukan IMAMIKOM USU tersebut juga memaparkan sejumlah pengalaman kehumasan perusahaan menghadapi Management Crisis, dan sejumlah konflik yang sengaja diciptakan dan dimanfaatkan oleh berbagai lembaga maupun kelompok tertentu yang mencari keuntungan. Untuk materi kehumasan perusahaan sharing pengalaman disampaikan oleh Direksi TPL.

“Kegiatan seminar dan workshop yang dilakukan IMAMIKOM untuk kehumasan dalam menghadapi management crisis ini sangat baik dan perlu mendapat dukungan semua pihak. Dalam kegiatan ini TPL diberi kesempatan menyampaikan pengalaman kehumasan ketika masa krisis terjadi di perusahaan tahun 1998 yang lalu,” ungkap Leonard Hutabarat.

Menurutnya ada beberapa poin penting yang dilakukan oleh TPL menghadapi isu negatif perusahaan dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Diantaranya perusahaan senantiasa tetap melakukan dialog eksternal bersama masyarakat mencari respon positif terhadap perusahaan, upgrade sistem dan teknologi baru untuk penyampaian pesan informasi publik, serta membuka peluang bagi kalangan aktivis mahasiswa, lembaga masyarakat/pemerintah, media dan jurnalis berkunjung ke perusahaan melihat langsung aktivitas pabrik dan pengolahan limbah.

Seminar dan workshop yang diikuti oleh sebagian besar mahasiswa magister komunikasi, perusahaan swasta, dan Pemerintah ini, juga membahas materi Branding Activity mengenai strategi menjual merek dari suatu produk melalui iklan.

Akademisi Magister Ilmu Komunikasi USU Drs Safrin, M.Si, memaparkan bagaimana pentingnya konsep dan ide branding activity untuk memberikan pemahaman kepada konsumen. Menurutnya branding activity selayaknya harus dimengerti terlebih dahulu oleh produsen produk. Konsep yang ditawarkan Safrin kepada produsen adalah segmentation, targeting, dan positioning atau yang lebih dikenal dengan sebutan STP.

“Merek adalah keniscayaan suatu produk, tanpa itu produk tidak mendapatkan tempat di hati konsumen, sebab tak bisa dipungkiri saat ini konsumen membeli produk berdasarkan merek atau nama produknya,” papar Safrin dalam materinya. [KM-01]