SERDANG BEDAGAI, KabarMedan.com | Dinas Kesehatan dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Serdang Bedagai mendukung PT Aquafarm Nusantara tetap beroperasi selama pandemi COVID-19. Asalkan perusahaan ekspor ikan tipaia ini menjalankan protokol kesehatan.
“Kita dukung PT Aquafarm tetap beroperasi asalkan protokol kesehatan mereka lakukan secara maksimal,” kata Kadis Kesehatan dr. Bulan Simanungkalit usai melakukan rapat dengan managemen PT Aquafarm, Dinas Tenaga Kerja di ruang pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai di Sei Rampah, Senin (10/8/2020).
Ia menjelaskan, dilaksanakannya rapid test massal terhadap seluruh karyawan dan masyarkat sekitar pabrik adalah bentuk upaya PT Aquafarm untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
Upaya yang telah dilakukan menjadi pertimbangan Dinas Kesehatan Serdang Bedagai dalam mengambil keputusan untuk mengizinkan pihak PT Aquafarm tetap beroperasi.
“Keputusan kita ambil dilihat dari beberapa sudut pandang dilakukan pihak PT Aquafarm. Selain itu berimbas pada perekonomian masyarakat sekitar dan karyawannya,” ucap dr Bulan.
Sedangkan Kadis Tenaga Kerja, Aziz Siregar mengatakan, pihaknya telah beberapa kali melakukan pertemuan dalam membahas tentang COVID-19 di perusahaan PT Aquafarm Nusantara.
“Salahsatu hasil pertemuan agar pihak Aquafarm melakukan rapid test massal,” katanya.
Aziz minta, PT Aquafarm agar tidak mengurangi tenaga kerja dengan melakukan PHK terkait dilakukannya protokol kesehatan dengan mengurangi jumlah karyawan dibeberapa lokasi tempat pengolahan ikan.
Meski demikian pihak Aquafarm tetap memperkerjakan karyawan dengan cara aplusan sehingga seluruh karyawan tetap bekerja.
“Kita minta PT Aquafarm tidak melakukan PHK terhadap karyawan disaat pandemi COVID-19. Ini dapat mengganggu prekonomian masyarakat,” pintanya.
Sementara itu Corporate & Communications Affairs Senior Manager PT. Aquafarm Nusantara RSI Indonesia, Kasan Mulyono mengatakan, pihaknya prihatin terhadap karyawan dengan hasil tes positif pada tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang telah dilakukan beberapa waktu lalu bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai.
Ia mengungkapkan, perusahaan sejauh ini merasa tenang karena selama menjalani karantina 10 hari sambil
menunggu hasil, tidak ada karyawan yang menunjukkan gejala COVID-19 dengan demikian mereka sejauh ini asimtomatik (Orang Tanpa Gejala – OTG).
“Perusahaan terus memberikan dukungan yang diperlukan oleh karyawan dan keluarga mereka dan menghubungi mereka setiap hari. Kami menyampaikan harapan terbaik
kami dan doa kami agar para karyawan tersebut bisa terus tetap sehat”, katanya.
Kedepan, katanya PT. Aquafarm akan tetap menjalankan operasional perusahaan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dengan ketat dan memusatkan perhatian untuk mempertahankan standar ini di tempat kerja dan memastikan penerapan penuh 100% dengan penuh keterbukaan.
“Kami akan melanjutkan operasi perusahaan dengan mengikuti Protokol Keselamatan COVID-19 secara penuh untuk melindungi keselamatan karyawan dan melindungi lapangan pekerjaan mereka dengan menghasilkan Tiliapia mutu tinggi untuk para pelanggan”, kata Kasan Mulyono.
Ia juga mengemukakan pihaknya akan terus bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan Adaptasi Kebiasaan Baru pandemi COVID-19.
“PT Aquafarm Nusantara telah secara sukarela mengaktifkan Rencana Penanganan Risiko COVID-19 korporasi untuk memastikan keselamatan
karyawan, masyarakat sekitar dan keberlangsungan pasokan produk bagi pelanggan”, terangnya.[KM-04]














