Pemko Medan Abaikan Temuan Bakso Boraks dan Mie Formalin di Ramadhan Fair

MEDAN, KabarMedan.com | Pasca penemuan bakso boraks dan mie formalin menimbulkan keresahan pengunjung yang berbuka puasa di Ramadhan Fair, yang digelar di depan Masjid Raya Al Mashun Medan. Setidaknya dari beberapa sampel yang dilakukan ada empat stand yang menjual makanan mengandung boraks dan mie formalin.

Apalagi setiap sidak yang dilakukan selalu saja ditemukan makanan tidak layak konsumsi. Keresahan pengunjung bukan tanpa alasan, karena tidak ada jaminan bahwa makanan yang dijual di Ramadhan Fair bebas dari zat berbahaya.

“Longgarnya proses seleksi dan pengawasan yang dilakukan penyelenggara terhadap pedagang yang berjualan di Ramadhan Fair, disinyalir menjadi celah pintu masuk bagi pedagang nakal menjajakan makanan yang tidak layak konsumsi bahkan mengandung zat berbahaya,” kata Sekretaris Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK), Padian Adi S. Siregar, Rabu (15/6/2016).

Setali tiga uang, Pemerintah juga seolah lepas tangan atas ditemukannya bakso boraks dan mie berformalin. Pernyataan yang keluar dari Pemko Medan seolah makanan berbahaya di Ramadhan Fair bukan persoalan yang harus ditanggapi serius dan dibesar-besarkan, karena stand yang terindikasi menjual bakso boraks dan mie berformalin hanya 2 – 4 stand dari puluhan stand yang ada.

“Sangat disesalkan pernyataan pejabat Pemko Medan yang menganggap persoalan keselamatan pengunjung adalah persoalan sepele dan cenderung hanya mementingkan aspek profit semata. Pemko Medan justru berharap Ramadhan Fair tetap ramai dikunjungi warga Kota Medan tanpa mencari jalan penyelesaian untuk memutus mata rantai peredaran makanan mengandung boraks dan berformalin,” ujar Padian.

Baca Halaman Selanjutnya

Baca Juga:  Dukung Industri Data Center, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx