Pemprovsu Komitmen Tambah Modal untuk Bank Sumut

MEDAN, KabarMedan.com | Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, selaku pemegang saham pengendali PT Bank Sumut menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus menambah modal di Bank Sumut untuk sebagai bentuk dukungan terhadap ekspansi perseroan.

Edy menyebutkan, saat ini persentase saham yang dikuasai oleh Pemprovsu di Bank Sumut sebesar 41,87% dan akan ditingkatkan secara berkala hingga porsinya menjadi mayoritas.

Meski begitu, rencana penambahan modal tersebut tidak termasuk dalam pembahasan ketika RUPS Luar Biasa, yang digelar Selasa (30/10/2018) dan akan dibahas dalam RUPS di waktu yang akan datang.

Dia pun belum secara spesifik menyebutkan nilai anggaran yang direncanakan Pemprovsu untuk disuntikkan ke Bank kategori buku II itu.

“Insya Allah kami bisa menyuntikkan dana lagi sampai di atas 50% dan nanti akan kami lihat,” katanya.

Bank Sumut saat ini memerlukan penambahan permodalan untuk menaikkan kelasnya ke kategori Bank Umum Kelompok Usaha III dengan modal inti minimal Rp5 triliun – Rp30 triliun.

Selain membahas agenda pengunduran diri Direktur Utama Bank Sumut Edie Rizliyanto, dan pengalihan sementara tugas dan kewajiban ke direksi lain, RUPS LB tersebut juga membahas terkait perpanjangan dan penghentian dewan komisaris.

Pemegang saham memutuskan mengangkat kembali Brata Kesuma sebagai Komisaris Independen Bank Sumut untuk masa jabatan 4 tahun sejak 1 Januari 2019 – 31 Desember 2022.

“Selain itu menetapkan pemberhentian komisaris independen Hendra Arbie dan mengangkat sementara Budi Utomo sebagai komisaris independen perwakilan dari Pemprovsu sampai nanti proses fit and proper test,” jelas Edy.

Rapat juga mengangkat kembali dewan pengawas syariah yang selama ini sudah berjalan untuk masa jabatan 4 tahun sampai dengan 29 Oktober 2022.

Terkait kinerja, Bank Sumut mencatatkan pertumbuhan kredit per September 2018 menjadi Rp21,12 triliun, atau naik 6,2% (YoY). Secara year to date (YtD) penyaluran kredit dan pembiayaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini tumbuh 2,3% dari posisi akhir Desember 2017 Rp20,64 triliun.

Realisasi tersebut masih di bawah ekspektasi pertumbuhan tahunan dalam rencana bisnis Bank yakni 7% per akhir tahun 2018. Ada pun untuk Danak Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun mencapai Rp24,89 triliun, turun 14,1% (YoY) dari posisi September 2017 sebesar Rp28,99 triliun.

Lebih lanjut, untuk jumlah laba bersih Bank Sumut hingga September 2018 mencapai Rp392,51 miliar, turun 17,6% (YoY) atau turun 37,6% (YtD) dari akhir Desember 2017. Capaian laba bersih itu juga masih jauh dari target yang dibidik dalam RBB yakni Rp643,9 miliar. [KM-01]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.