MEDAN, KabarMedan.com | Penyebab kematian gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis) bernama Neneng (55) di Kebun Binatang Medan, pada Sabtu pagi (25/1/2020) masih menjadi misteri.
Kepala BBKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi mengatakan, pihaknya belum mendapatkan hasil nekropsi (bedah bangkai) gajah Neneng. Namun, katanya, gajah tersebut mati secara alami, yakni faktor usianya yang sudah tua.
“Hasil nekropsi belum saya terima. Tapi kemungkinan besar itu faktor alam, karena tua,” katanya, Rabu (19/2/2020).
Dengan kematian gajah Neneng, katanya, pihaknya merekomendasikan kepada Medan Zoo agar tidak menjadikan gajah Siti (51), satu-satunya gajah yang tersisa di kebun binatang yang ada di Simalingkar B itu sebagai gajah tunggangan.
“Saya sudah turun ke sana. Sudah bilang tak boleh ditunggangi dan sepertinya sudah lama tak ditunggangi, hanya dibawa keliling,” ujarnya.
Sebagai gantinya, pihaknya menyarankan agar tetap ada interaksi dengan pengunjung maka cukup dengan memandikannya saja di kolam yang ada di lokasi.
“Jadi ajak memandikan saja, jadi lebih edukatif dan sekali lagi tidak boleh ditunggangi,” ungkapnya.
Jika gajah Neneng tetap dijadikan sebagai gajah tunggangan, menurutnya pihaknya akan memberikan sanksi teguran kepada Medan Zoo. Sanksinya, kata dia, bisa berupa teguran ataupun pencabutan izin Lembaga Konservasi (LK).
“Tapi kan tidak bisa ujug-ujug. Apapun itu kan kebanggaan Sumut bagaimana bisa menjadi ikon. Tapi kalau keterlaluan ya mau tak mau,” jelasnya.
Ia menilai, sarana dan prasarana di Medan Zoo jelek. Sehingga jika pihak Medan Zoo atau Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Kota Medan ingin ‘meminta’ gajah untuk menambah koleksi gajah di sana yang kini hanya tersisa gajah Siti (51) dirinya menolak.
“Boleh-boleh saja, tapi saya straight tidak bisa melihat sarpras seperti itu. Ya mereka harus siap dong. Kita tak mau satwanya menjadi korban. Bagaimana mereka menghadlenya,” katanya.
Menurutnya, sampai saat ini mereka belum mengajukan oermintaan satwa secara tertulis.
“Sebelum ada perbaikan sarprasnya, saya tidak mau menambah satwa. Jelek sekali sarpras di situ. Kami sudah suratin Pemko Medan supaya ada perbaikan sarpras dan memang mereka mengalami kesulitan keuangan,” pungkasnya. [KM-05]














