Perjuangan Zaini Olah Kerangka Ikan Tilapia Jadi Pakan Ternak Berkualitas

Zaini (Topi Hitam), bersama seorang pekerja sedang mengayak pakan yang baru saja digiling/Jaka Novriandy

SERDANG BEDAGAI, KabarMedan.com | Di Dusun VI, Desa Naga Kisar, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, suara mesin penggiling dan aroma khas tulang ikan goreng menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

Para Ibu rumah tangga menjadi pekerja membersihkan sisa ikan tilapia yang akan dijadikan pakan, perhari mereka bisa menghasilkan lebih 100 sampai dengan 200 Ribu/Jaka Novriandy

Dari balik aroma itu, ada cerita perjuangan Zaini (44), pelaku usaha lokal yang sukses mengubah kerangka ikan tilapia (ikan nila) menjadi pakan ternak unggas dan bebek bernilai tinggi.

Zaini memulai usahanya sejak awal 2022, bermodalkan semangat dan ide kreatif memanfaatkan limbah tulang ikan yang selama ini tak terpakai.

Namun perjalanannya tidak mudah. “Tiga kali saya gagal di awal-awal. Minggu pertama, kedua, sampai ketiga, sempat merasa usaha ini tak akan berhasil,” kenangnya.

Namun kegigihannya membuahkan hasil. Kini, usaha rumahan yang ia kelola ini, mampu mengolah kerangka ikan hingga 1 ton per hari atau sekitar 30 ton dalam sebulan untuk dijadikan pakan.

Produk pakan yang ia hasilkan ditujukan untuk ternak unggas dan B2 (babi), dengan harga sekitar Rp5.000 per kilogram untuk unggas, dan Rp. 6500 untuk B2.

Pakan ini dikenal memiliki kandungan protein yang tinggi, karena berbahan dasar kerangka ikan yang digoreng, lalu digiling dan dicampur dengan bahan tambahan sesuai permintaan pelanggan.

“Setelah digoreng, tulangnya cuma jadi sekitar 500 kilogram per hari. Tapi hasilnya berkualitas, tergantung kebutuhan pelanggan, entah untuk unggas atau B2,” jelas Zaini.

Pendistribusian pakan ini masih terbatas di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai dan sekitarnya.

Masa kedaluwarsa produknya pun bervariasi, yakni sekitar satu bulan untuk pakan unggas dan tiga bulan untuk pakan B2.
Meski begitu, Zaini belum memiliki merek dagang resmi untuk produk-produknya.

“Kami masih produksi tanpa merek. Fokus kami sekarang menjaga kualitas dan distribusi,” ujarnya.

Usaha ini tak hanya menghidupi keluarganya, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi sekitar 20 orang warga sekitar.

Zaini pun berharap kerja sama dengan perusahaan penyedia bahan baku yakni PT. Regal Spring Indonesia (RSI), Aquafarm Nusantara bisa terus berlanjut, dan pemerintah turut mendorong perluasan pasarnya.

“Kalau pasar makin luas, usaha ini bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja dan bantu ekonomi desa,” tutupnya penuh harap.

Sementara itu, Pemerintah Desa Naga Kisar pun memberikan dukungan penuh terhadap pelaku usaha di Desa tersebut termasuk usaha yang dikelola Zaini.

“Kami melihat ini sebagai usaha yang sangat menyentuh masyarakat. Banyak ibu-ibu yang turut terlibat, sehingga berdampak langsung pada ekonomi keluarga,” kata Kepala Desa Naga Kisar, Ahmad.

Pemerintah desa juga berperan aktif dalam pendampingan usaha ini, mulai dari memberikan akses perizinan dengan memproyeksikan usaha ini sebagai unit usaha di Kopdes Merah Putih, lalu menghubungkan dengan pihak luar, hingga membantu menghubungkan ke perusahaan untuk suplai bahan baku dari limbah kerangka ikan.

“Harapan kami, usaha seperti ini bisa dikenal lebih luas, bukan hanya di Serdang Bedagai, tapi juga ke luar daerah. Supaya pelaku usaha seperti Pak Zaini bisa terus berkembang,” tambah Ahmad.

Sales Manager Regal Springs Indonesia Fathu Rahman menuturkan bahwa Regal Springs Indonesia sudah lama bermitra dengan masyarakat seputaran pabrik yang saling menguntungkan dan terus berkembang terutama mensupport bahan baku berupa kerangka ikan untuk diolah menjadi pakan ternak.

” Kami mengalokasikan belasan ton perhari kerangka ikan untuk masyarakat lokal, tergantung pada panen kami hingga dapat mencukupi produksi mereka” papar Fathu Rahman.

Fathu Rahman juga menambahkan, pihaknya juga terus berkolaborasi dengan masyarakat dan pemerintahan desa dengan adanya Regal Springs Indonesia bagai mana masyarakat lokal seputaran pabrik agar dapat terus berkembang dan ekonomi meningkat.[KM-04]