Peserta School Of Master Teacher Dompet Dhuafa di Wisuda

MEDAN, KabarMedan.com | Rangkaian program pelatihan guru School of Master Teacher (SMT) Dompet Dhuafa (DD) diakhiri dengan wisuda bagi 14 pesertanya. Wisuda tersebut digelar di aula Balai Diklat Keagamaan Kota Medan, Jalan TB. Simatupang pada Minggu (1/5) kemarin.

Ke-14 peserta yang diwisuda yaitu, Elfi Syahroini (SDN 106190), Siti Aisyah (SDN 106190), Lili Suryani MIS PUW, Nurbaiti MIS PUW, Ahmad Rifa’I MIS PUW, Evi Andayani MIS PUW, Maharani Ritonga SD PERSA.

Selanjutnya, Ririn Anggra Nesya Mis Al-Ihsan, Mutia Khairani Mis Al-Ihsan, Rika Deswanti SDN 060888, Sri Ningsih Pardosi Mis Al-Hidayah, Suci Dirma Ayu S. Pd (SDN 067690), Supiyansyah M. Pd (SDN 065854) dan Ulfiyah Umami Harahap S.Pd SDN 060925.

Berakhirnya program pada angkatan pertama wilayah Sumatera Utara ini dibarengi dengan sosialisasi dan pembukaan pendaftaran peserta angkatan kedua. Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Waspada, Sofyan Harahap mengatakan, wisuda ini bukanlah akhir dari pendidikan, namun awal mengabdikan diri bagi dunia pendidikan.

“Guru merupakan profesi mulia. Sama seperti jurnalis, profesi ini merupakan calon penghuni surga karena kita mendidik bangsa dan negara untuk cerdas, berkembang dan makmur. Jika kita mendidik dengan ikhlas, maka hal itu merupakan bagian dari ibadah,” jelas Sofyan.

School of Master Teacher merupakan pelatihan bagi guru-guru untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Tujuan diadakannya program SMT dari Sekolah Guru Indonesia (SGI) Dompet Dhuafa Waspada untuk membentuk guru-guru yang berkarakter demi memperbaiki pendidikan di Indonesia.

Branch Manager DD Waspada Hambali mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang telah memberikan dukungan atas program pelatihan guru ini. Kontribusi mereka dapat memuluskan program dari mulai perekrutan hingga wisuda.”Bukan sebatas mentransfer ilmu, tapi juga dapat mendidik dan menjadi contoh terbaik bagi anak didiknya serta dapat menjadi pemimpi,” ungkapnya.

Pelatihan SMT tak hanya berakhir ketika wisuda, namun mereka harus membuat transformasi pendidikan yang telah diajarkan selama pelatihan. “Dengan keberhasilan mereka, Dompet Dhuafa Waspada telah menyampaikan amanah para donatur untuk memajukan pendidikan di Indonesia,” ujarnya.
Dewan Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Waspada Armansyah menilai, guru berkarakter akan menjadi faktor penentu keberhasilan siswa dalam belajar. Untuk menjadi guru yang berkarakter harus memiliki semangat untuk terus belajar guna meningkatkan keahliannya.”Kita patut berbangga karena dapat melahirkan guru yang memiliki karakter 4P melalui program SMT ini,” pungkasnya. [KM -03]