Plt Gubsu Ajak Pemuda Muhammadiyah Bersinergi Bangun Sumut

Budaya uang ketok (pelicin) yang telah membudaya, sebut Erry, dinilai menjadi salah satu penyebab buruknya hasil kebijakan di Sumut selama ini. Misalnya uang pemulus dalam pengesahan APBD, pengurusan izin dan lain sebagainya.

“Dalam 8 bulan terakhir ini, budaya itu sudah kita tinggalkan. Alhamdulillah, dampak positifnya, Sumut tidak mengalami defisit,” sebut Erry.

Baca Juga:  PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan untuk Dukung Pertumbuhan Data Center di Indonesia

Pemerintah Provinsi Sumut, sebut Erry, membuka diri untuk mendapat masukan ide dan gagasan dari semua pihak sebagai bahan pertimbangan menentukan kebijakan strategis.

“Pemuda Muhammadiyah kita harap juga memberikan masukan dan sumbang saran dalam memajukan Sumatera Utara. Pemerintah Provinsi dan pemuda harus bersinergi dalam pembangunan,” ujar Erry.

Baca Juga:  Electricity Connect 2026: PLN Group Teken 5 Kolaborasi Strategis, Estimasi Nilai hingga Rp3,3 Triliun

Sementara itu, Ketua PW Muhammadiyah M Basir Hasibuan menyatakan dukungannya atas kebijakan Pemprov Sumut dalam upaya mendorong laju pembangunan.

Baca Halaman Selanjutnya

Berkomentarlah secara bijaksana, komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator.

Please enter your comment!
Please enter your name here