JAKARTA, KabarMedan.com | Qantas menambah daftar panjang prestasi “maskapai yang pertama”, dengan diresmikannya layanan penerbangan nonstop dari Perth ke London menggunakan armada 787-9 Dreamliner. Penerbangan berjarak 14.498 kilometer ini akan menjadi layanan penerbangan komersial pertama yang menghubungkan langsung Australia dan Eropa, mulai Maret 2018 mendatang.
Qantas Group CEO, Alan Joyce mengatakan, penerbangan pengukir-sejarah ini akan mengubah industri perjalanan, pariwisata, dan perdagangan.
“Ketika Qantas memperkenalkan Rute Kanguru (The Kangaroo Route) dari Sydney ke London pertama kali di 1947, perjalanannya menghabiskan empat hari serta ada sembilan pemberhentian. Kini, ada penerbangan nonstop dari Perth yang hanya berdurasi 17 jam. Rute revolusioner ini ditangani oleh maskapai yang revolusioner. Orang-orang Australia tidak pernah memiliki opsi akses langsung ke Eropa sebelumnya, sehingga rute ini membuka kesempatan yang luar biasa,” kata Alan, Rabu (14/12/2016).
Alan menerangkan, bahwa kenyamanan pelanggan dalam penerbangan 17-jam menjadi perhatian utama.
“Saat kami merancang interior armada-armada 787, kami ingin memastikan setiap penumpang merasa nyaman dalam tujuan penerbangan yang lebih jauh. Oleh karena itu kami menyediakan kursi-kursi kelas Ekonomi yang baru bisa disediakan oleh maskapai-maskapai lain untuk penumpang kelas Ekonomi Premium. Kelas Bisnis kami pun dijuluki ‘mini First class’ oleh para pelanggan kami. Kami juga merancang ulang layanan dalam pesawat sehingga mampu mengurangi jetlag,” tambahnya.
Rute langsung ini diyakini mampu menarik wisatawan-wisatawan Eropa yang menginginkan jalur nonstop ke Australia, dan juga memberi dampak positif terhadap pariwisata di mana wisatawan-wisatawan Australia berkumpul di Perth untuk terbang ke London.
“Penerbangan langsung dari Inggris ke Australia adalah penawaran yang jauh lebih menarik bagi masyarakat luas. Kami percaya para wisawatan Eropa akan memilih untuk tiba dan mengunjungi Perth sebelum menjelajahi bagian-bagian lainnya. Penelitian kami menunjukkan bahwa penduduk wilayah East Coast dan Australia Selatan lebih memilih penerbangan domestik ke Perth sebelum naik penerbangan nonstop ke Sydney. Tujuannya bisa untuk rapat bisnis di Perth, berlibur, atau mengunjungi sanak saudara sebelum berangkat ke Inggris dan Eropa,” ungkap Alan.
Penerbangan baru ini akan dijalankan di terminal-terminal domestik (T3/4) Qantas yang sudah ada, dan akan diperbaharui untuk mengakomodasi penerbangan internasional. Penerbangan internasional yang saat ini tersedia dari Perth (ke Singapura dan atau Auckland) juga akan dialihkan ke T3/4, membantu menyederhanakan proses perjalanan ribuan orang setiap tahunnya.
“Kami akan mengkaji ulang pilihan waktu penerbangan domestik via Perth agar bisa menawarkan koneksi penerbangan internasional yang paling baik, terutama karena keduanya dijalankan oleh maskapai yang sama. Saya ingin mengapresiasi dukungan dari Pemerintah negara bagian Australia Barat dan Bandara Perth dalam mewujudkan layanan ini,” ucap Alan.
Tiket penerbangan Perth-London akan mulai dijual di April 2017 untuk penerbangan-penerbangan perdana di Maret 2018. Armada-armada Boeing 787-9 Dreamliners yang digunakan untuk penerbangan ini akan membawa 236 penumpang di kelas Bisnis, Ekonomi Premium, dan Ekonomi. [KM-01]















