MEDAN, KabarMedan.com | Deli Serdang merupakan salah satu kabupaten sentra produksi padi di Sumatera Utara. Lahan padi sawah di kabupaten ini membentang seluas 38.435 hektare setelah validasi. Periode Januari – Maret, pertanaman padi sudah dilakukan di lahan seluas 6.687 hektare. Petani lain masih menunggu curah hujan untuk memulai tanam.
Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Deli Serdang, Ronggur Aditya mengatakan, pertanaman pada bulan Januari seluas 2.491 hektrae, Februari 2.450 hektare dan Maret 1.746 hektare di 22 kecamatan. Menurut Ronggur, petani yang sudah tanam terbantu dengan irigasi.
Sedangkan yang belum menanam umumnya karena masih menunggu curah hujan. Jika dilihat, sebenarnya di bulan Maret-April merupakan musim tanam. Varietas yang banyak ditanam petani padi di Deli Serdang di antaranya Inpari 32, Ciherang dan lainnya.
Di Jalan Medan – Tanjung Morawa, petani sudah menanam padi di awal Februari. Wismar, misalnya. Saat ini usia padi varietas ciherang yang ditanamnya sudah satu bulan. Dia berharap hasil panennya bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. “Kita kan di sini panen akhir tahun, saya biarkan sebentar dan baru saya tanami lagi di bulan Februari kemarin,” katanya.
Sebelumnya, Utema Silan dari UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara mengatakan di saat cuaca seperti sekarang ini, cuaca panas masih terjadi di beberapa tempat. Hanya sebagian saja yang sudah turun hujan. Cuaca panas rentan munculnya serangan hama ulat grayak dan avis. Biasanya petani menanganinya dengan menyemprotkan insektisida.
Dalam rapat dinas beberapa waktu lalu, Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi (BMKG) melaporkan bahwa hujan baru ada di bulan April. Jadi bagi yang belum tanam khususnya di daerah timur untuk menundanya dulu. “Jadwal tanamnya disesuaikan dengan iklim atau cuaca. Misalnya Serdang Bedagai dan sebagian Deli Serdang, yang dekan ke laut, tunda dulu tanamnya,” katanya. [KM-05]














