Tak Lagi Gratis, Tarif Tol Binjai-Stabat Akan Segera Diberlakukan

Tol Binjai-Stabat (KabarMedan.com/KM-06)

BINJAI, KabarMedan.com | Setelah sempat memberlakukan tarif gratis pagi pengguna Tol Binjai-Stabat di awal beroperasi pada beberapa waktu lalu, kini kendaraan yang melintas akan dikenakan biaya untuk masing-masing golongan.

Executive Vice President Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya, Dwi Aryono Bayuaji mengatakan pemberlakuan tarif tersebut akan dimulai dalam waktu dekat.

“Masyarakat dapat menikmati tol tersebut tanpa tarif sejak tanggal 11 Februari lalu, dan dalam waktu dekat jalan tol tersebut akan mulai bertarif sesuai dengan golongan yang telah ditetapkan,” ujarnya Selasa (15/3/2022).

Lebih lanjut, Dwi juga merincikan tarif yang segera diberlakukan itu, yakni untuk kendaraan golongan I dikenakan Rp15.000, kendaraan golongan II dan III dikenakan Rp22.500, serta golongan IV dan V membayar tarif senilai Rp30.000.

Baca Juga:  Pegadaian Bukukan Laba Bersih Rp. 4,3 T Pada Caturwulan I 2026

Penetapan tarif itu, ungkapnya, sejalan dengan keluarnya Surat Keputusan Menteri PUPR Nomor 82/KPTS/M/2022.

Sebelumnya, Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke Sumatera Utara juga sekaligus meresmikan Tol Binjai-Stabat, yang merupakan bagian dari proyek Tol Binjai-Langsa yang akan dibangun sepanjang 131 Km.

Jokowi menyebut nantinya, Tol Binjai-Langsa akan menghubungkan dua provinsi, yakni Provinsi Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam.

“Ruas jalan tol ini merupakan bagian dari Jalan Tol Binjai-Langsa sepanjang 131 km. Dan jika sudah rampung seluruhnya, Jalan Tol ini akan menghubungkan Provinsi Sumatera Utara dengan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Juga menjadi bagian Jalan Tol Trans Sumatera yang akan menyambung dari Lampung sampai ke Aceh,” ujarnya, Jum’at (4/2/2022).

Baca Juga:  Idul Adha, PMT Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat di Pesisir

Orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan tol yang menguhubungkan berbagai daerah itu sekiranya dapat membuka peluang baru untuk sentra-sentra produksi.

“Jalan nasional yang tersambung dan terkoneksi antar provinsi akan menghubungkan sentra-sentra produksi, daerah-daerah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan membuka peluang baru,” kata Jokowi.

Sebagai contoh, Jokowi membahas soal produksi jeruk di Kabupaten Karo, lokasi yang ia kunjungi sebelum menghadiri persemian Tol Binjai-Stabat. Sosok yang telah menjabat sebagai Presiden Indonesia selama dua periode itu menilai, dengan adanya pembangunan jalan tol ini, dapat menghubungkan berbagai lini dan kawasan produksi yang berbeda-beda. [KM-06]