
DELI SERDANG, KabarMedan.com | Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 gagal melangkah ke babak final ASEAN U-19 Boys Championship 2026. Skuad Garuda Nusantara harus mengakui keunggulan Australia dengan skor tipis 0-1 pada laga semifinal yang berlangsung sengit di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Kamis (11/6/2026) malam WIB.
Gol tunggal kemenangan Australia dicetak oleh Marcus Edward Neil pada menit ke-88, setelah sempat ditinjau melalui Video Assistant Referee (VAR).
Sejak peluit babak pertama dibunyikan wasit Bainazarov Alimardon asal Kirgistan, Australia langsung mengambil inisiatif menekan.
Namun, lini belakang Indonesia yang dikomandoi Putu Panji dan Mathew Baker yang baru saja kembali dari agenda FIFA Match Day bersama timnas senior tampil solid mematahkan serangan lawan.
Pertandingan berjalan dalam tensi tinggi. Pada menit ke-5 dan ke-14, pemain Australia Alexander Jesse Bolton diganjar kartu kuning akibat melanggar Theodore Evan Leeming yang berusaha membangun serangan dari lini tengah.
Sementara itu, gelandang Indonesia, Nazriel Syahdan, juga menerima kartu kuning pada menit ke-11 akibat pelanggaran high kick.
Jual beli serangan terus terjadi di paruh pertama. Kiper Indonesia, Daffa Alghasemi, tampil gemilang dengan mementahkan sejumlah peluang emas Australia, termasuk sepakan mendatar Lawrence Wong pada menit ke-28 dan eksekusi tendangan bebas kapten Australia, Haine Anthony Eames, pada menit ke-32.
Indonesia bukan tanpa perlawanan. Garuda Nusantara sempat mengancam lewat sepakan keras Nazriel Alfaro di menit ke-20 dan tendangan melengkung Arkhan Kaka dari luar kotak penalti pada menit ke-26, namun keduanya belum membuahkan hasil.
Memasuki babak kedua, pelatih Indonesia Nova Arianto melakukan penyegaran untuk menambah daya gedor dengan memasukkan tiga pemain sekaligus: Reno Salampessy, Welber Jardim, dan Amar Brkic.
Strategi ini terbukti menghidupkan lini serang. Pada menit ke-53, Arkhan Kaka hampir memecah kebuntuan, namun sepakan kerasnya menyamping tipis di sisi gawang Australia yang dikawal George Geoffrey Lewis Plumin.
Arkhan Kaka kembali mendapatkan peluang emas pada menit ke-65 dan ke-79 memanfaatkan umpan matang Amar Brkic, tetapi penyelesaian akhirnya masih melebar.
Petaka bagi Indonesia datang dua menit menjelang waktu normal berakhir. Memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan, Marcus Edward Neil berhasil menjebol gawang Daffa Alghasemi. Gol tersebut sempat ditinjau ulang oleh VAR sebelum akhirnya disahkan oleh wasit.
Di sisa waktu pertandingan, trio Dimas, Reno Salampessy, dan Arkhan Kaka berupaya keras menyamakan kedudukan. Namun, hingga laga usai, skor 1-0 untuk kemenangan Australia tetap bertahan.
Usai laga, pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya dan menilai pertandingan berjalan sangat luar biasa. Ia menekankan bahwa laga ini memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya menjaga fokus di level internasional.
“Progres permainan anak-anak selalu meningkat dari pertandingan ke pertandingan. Kita banyak belajar hari ini karena di level yang berbeda seperti ini, kita tidak boleh kehilangan fokus sedikit pun. Kehilangan fokus sedetik saja, kita langsung kemasukan gol dan akhirnya gagal,” ujar Nova.
Namun, Nova tetap bersyukur dengan kerja keras skuadnya. “Dengan persiapan kami yang terhitung singkat, para pemain mampu menunjukkan performa yang luar biasa. Ini menjadi modal yang sangat baik untuk kami menuju Kualifikasi Piala Asia mendatang agar mereka bisa lebih siap lagi,” tambahnya.
Di sisi lain, pelatih Australia, Richard Garcia, memberikan pujian tinggi terhadap kokohnya organisasi pertahanan dan mentalitas para pemain Indonesia.
“Pertama-tama, Indonesia melakukan pekerjaan yang sangat bagus dalam bertahan hari ini. Mereka berjuang luar biasa keras untuk menyulitkan anak-anak. Kami tahu laga ini akan berjalan sulit, dan ini menunjukkan bahwa mereka memiliki mentalitas yang sangat kuat. Pertandingan ini bukan selesai di menit ke-85, melainkan benar-benar terkunci di menit ke-95. Jadi saya sangat senang dengan kerja keras tim kami,” kata Richard Garcia.
Pemain Australia, Alexander Jesse Bolton, juga mengakui betapa sulitnya membongkar pertahanan rapat yang digalang oleh Putu Panji dan kolega sepanjang pertandingan.
“Ya, jika melihat di lapangan, Indonesia bermain sangat bagus. Sangat sulit untuk membongkar pertahanan mereka. Kami memang memiliki beberapa peluang di sana-sini, tetapi tidak terlalu banyak menciptakan peluang bersih yang berbahaya. Kami tidak benar-benar mendapatkan kesempatan terbuka sampai menjelang akhir pertandingan. Harus diakui, Indonesia memiliki organisasi lini belakang yang sangat tangguh,” pungkas Alex.
Dengan hasil ini, Australia melaju ke partai puncak untuk menantang Thailand, sementara Indonesia akan menghadapi Kamboja dalam perebutan tempat ketiga yang dijadwalkan berlangsung, Sabtu 13 Juni mendatang.[KM-04]













