Unik, Satlantas Polres Sergai Jadikan Peti Mati dan Badut Hantu Sebagai Alat Kampanye COVID-19

SERDANG BEDAGAI, KabarMedan.com | Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Serdang Bedagai (Sergai) punya cara tersendiri untuk menghimbau masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dengan menggelar Operasi Yustisi yang mengambil tema “Ngamen Protokol Kesehatan”, di Jalan Negara No. 300 Firdaus Kecamatan Sei Rampah tepatnya Jalinsum Medan-Tebing Tinggi, depan Kantor Bupati Serdang Bedagai, Sabtu (26/09/2020)

Uniknya, kegiatan ini dilakukan dengan menggandeng penggiat seni yang menampilkan berbagai sosok diantaranya, Reog, Pocong, Kuntilanak, Tuyul, Badut bahkan Peti Jenazah juga turut ditampilkan sebagai alat untuk mengkampanyekan pencegahan COVID-19 dimasa adaptasi kebiasaan baru ini.

Baca Juga:  Pegadaian Bukukan Laba Bersih Rp. 4,3 T Pada Caturwulan I 2026

Kasatlantas Polres Sergai, AKP Agung Basuni mengatakan Operasi Yustisi kali ini memang berbeda dengan sebelumnya.
Pada Operasi kali ini Satlantas bersama para penggiat seni dan budaya memberikan tontonan yang dalam aksinya berisi edukasi kepada para pengguna jalan dan masyarakat akan bahaya dan akibat apabila terkonfirmasi COVID-19

Di samping itu para personel Satlantas juga memberikan himbauan baik secara lisan atau melalui papan himbauan, dan apabila ditemukan para pengguna jalan tidak memakai masker maka akan diberikan pemahaman bahaya COVID-19 setelah itu baru diberikan masker untuk dipakai.Agung berharap melalui kegiatan bersama para penggiat seni budaya ini dapat mengajak masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi dalam mencegah penyebaran COVID-19 di Sergai, serta dapat menerapkan Protokol COVID-19 dalam setiap akstivitas.

Baca Juga:  Terkait Pembangunan Tower B RS Haji Medan, Ini Penjelasan Pemprov Sumut

“Dengan aksi pentas seni ini, atau peragaan yang kita sajikan berupa pocong, tuyul serta properti berupa keranda dengan tujuan memberikan edukasi sehingga masyarakat mengerti bahwa di masa New Normal, kita harus selalu menetapkan Protokol Kesehatan COVID-19 jika tidak ingin nasibnya serupa dengan karakter dan replika yang digunakan”, tandasnya.[KM-04]