MEDAN, KabarMedan.com | Setelah 21 tahun tidak dilakukan renovasi, Masjid Agung Medan mulai tak mampu menampung jumlah jamaah, khususnya pada saat Shalat Jumat.
Untuk memperbesar Masjid Agung Medan, Panitia Pembangunan Masjid Agung Medan akan mulai melakukan pembangunan pada Jumat 15 Januari 2016.
Wakil Ketua Umum Panitia Pembangunan Masjid Agung Medan, Musa Idishah mengatakan, pembangunan Masjid Agung Medan perlu dilakukan mengingat jumlah jamaahnya sangat banyak.
“Insya Allah mulai Jumat 15 Januari 2016 sekitar pukul 10.30 WIB akan diletakkan batu petama pembangunan dan perluasan bangunan masjid dengan rencana menara tertinggi di Asia dan nomor 2 didunia,” katanya, Kamis (7/1/2016).
Untuk mewujudkannya, Dodi menyampaikan, untuk luas lahannya tetap sekitar 10 ribu meter persegi, luas bangunan mencapai 5 ribu meter persegi dan untuk kapasitas jamaah 5 ribu serta untuk tambahannya di halaman mencapai 2 ribu jamaah.
Di masjid tersebut, nantinya akan ada ruang serba guna yang bisa menampung sekitar 1.200 orang, ruang transisi 500 orang, kapasitas parkir 400 mobil, dan 1.000 sepeda motor.
“Rencananya pembangunan masjid baru masih memanfaatkan dan mempertahankan bangunan masjid lama serta dibangun disamping atau dibangun di atas masjid lama. Jadi masjid tetap berfungsi, dan bisa digunakan untuk aktifitas ibadah,” sebutnya.
Dia juga menyatakan, selain bangunan masjid, ada juga fungsi tambahan atau fasilitas lain yang dibangun. diantaranya gedung pertemuan, hall transisi, perpustakaan, dan gallery Masjid Agung.
Selanjutnya, ada juga menara city view, roof garden, kantor kenaziran, kantor pengelola TPA dan TKA, rumah penjaga, cefetaria, tempat wudhu dan toilet serta ramp difabel dan lift escalator.
Dodi menyebutkan, kapasitas masjid yang lebih besar, secara otomatis jumlah jamaah akan lebih banyak. Untuk itu, panitia pembangunan akan membangun 12 lantai lokasi parkir kendaraan di sisi belakang gedung.
Pembangunan akan dilakukan dua tahap. Tahap pertama akan dibangun 6 lantai dengan kapasitas sekitar 400 mobil dan seribu sepeda motor.
Fasilitas lengkap dan bangunan yang luas, panitia pembangunan Masjid Agung Medan membutuhkan biaya sekitar Rp450 miliar. Panitia sangat mengharapkan dukungan dari seluruh umat Islam agar bisa menyalurkan infaq-nya ke BNI Syariah cabang Medan No. Rek 2222.555.117, Bank Sumut Syariah cabang Multatuli Medan No Rek : 611.030.100.16789, dan BRI Medan Putri Hijau No. Rek (Rp) 005.031.003.898.308 (USD) 005.302.000.135.309 Swift Code BRINIDJA.
“Bantuan dari para umat akan diumumkan secara berkala melalui website kami setelah dilaksanakan peletakkan batu pertama pada 15 Januari 2016,” ucapnya.
Dia juga menyampaikan, untuk menyalurkan infaq pembangunan masjid, tidak harus sekaligus melainkan bisa dicicil selama 25 bulan. Misalnya saja, seorang karyawan mau memberikan infaq-nya sebesar Rp2,5 juta selama 25 bulan. Maka cukup mengirimkan Rp100 ribu sebulan, atau dibuat auto debit ke rekening yang sudah disediakan panitia.
“Jadi kita berinfaq juga tidak sekaligus besar dan terasa, cukup sisihkan uang Rp100 ribu atau 3 ribu rupiah per hari untuk disalurkan ke pembangunan Masjid Agung Medan. Infaq ini sangat berarti bagi pembangunan masjid dan tercatat sebagai amal bagi yang memberikan infaq,” pungkasnya. [KM-01]