14 Warga Sumatera Utara dari Wamena Dipulangkan ke Medan

MEDAN, KabarMedan.com | Sebanyak 14 warga Sumatera Utara yang berada di Wamena dalam perjalanan menuju Medan. Mereka diberangkatkan dari Surabaya pada Sabtu 5 Oktober 2019 melalui jalur darat. Diperkirakan mereka akan sampai di Medan pada Rabu (9/10/2019).

“Sabtu sore sudah diberangkatkan dari Surabaya ke Medan dengan bus, dan diperkirakan tiba hari rabu menuju Kantor Gubernur Sumut,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut, Riadil Akhir Lubis, Minggu (6/10/2019).

Ia mengatakan, 14 warga yang semula dari bagian 31 warga Sumut di evakuasi dari Papua ke Surabaya, Jawa Timur. Namun sebanyak 17 orang sudah dijemput keluarganya dan dibawa ke Malang dan provinsi lain.

“14 orang ini minta pulang ke Medan terdiri dari 10 orang dewasa dan 4 anak-anak,” ujarnya.

Selain itu, katanya, Tim lainnya sedang menunggu dan menyiapkan pemulangan warga Sumut di Wamena yang datang dari Makassar, yang berjumlah 24 orang. Terdiri atas 14 dewasa dan 10 anak-anak itu akan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (7/10/2019).

Baca Juga:  Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bobby Nasution Minta Aparatur Tetap Jaga Integritas

“Besok, tim akan mendampingi 24 warga Sumut tersebut menuju Kota Medan dengan menggunakan angkutan bus,” jelasnya.

Hingga kini tim khusus yang dikirim ke Papua pasca kerusuhan Wamena beberapa waktu lalu terus bekerja. Selain melakukan pendataan dan memberikan bantuan kebutuhan warga Sumut di pengungsian, juga memulangkan warga ke Sumut.

“Hingga saat ini tim terus bekerja. Untuk memudahkan dan mempercepat proses pekerjaan tim dibagi menjadi beberapa tim,” cetusnya.

Bertambah Jadi 293 Orang

Ia mengatakan, hingga kini jumlah warga Sumut yang ingin meninggalkan (eksodus) dari Wamena, Papua mencapai 293 orang.

“Untuk sementara telah di data 5 Posko dengan jumlah warga Sumut 293 orang,” jelasnya.

Di Posko Rindam terdapat 70 orang, Yonif-751 22 orang, Masjid Al Aqsa 1 orang, dan Posko Tanah Itam 200 orang.

Baca Juga:  Toba Caldera Culture Festival 2026 Hadirkan Kompetisi Paduan Suara Internasional

“Kebutuhan warga untuk sementara cukup di pos pengungsian. Namun, pakaian diperlukan,” ujarnya.

Tim yang bekerja juga melakukan pendataan dan wawancara kepada para pengungsi. Hasilnya, dari 293 orang pengungsi tersebut sebanyak 85% menyatakan ingin pulang ke Sumut dan 15% minta ke luar Wamena (Sulawesi-Jawa-Jakarta).

“Waktu diwawancarai 85% minta pulang ke Sumut, sisanya minta keluar Wamena,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memerintahkan kepada seluruh Tim Khusus Sumut Peduli Wamena untuk membantu dan memfasilitasi warga Sumut yang ada di tempat-temat pengungsian. Baik yang masih ada di Papua atau pun di provinsi lain.

“Saya minta tim untuk membantu dan memfasilitasi warga Sumut yang ada di pengungsian. Pastikan mereka dalam kondisi aman, baik dan sehat. Dan yang minta pulang, segera dipulangkan, fasilitasi dan pastikan mereka aman dan selamat sampai di Medan,” demikian Edy Rahmayadi. [KM-03]